Buronan Terdakwa Kasus Penipuan Tanah di Batam Ditangkap
14 Desember 2018
Terdakwa Herman. (Foto: Hadi)
INILAHKEPRI, BATAM -  Kejaksaan Negeri Batam menangkap terpidana kasus penggelapan uang rekan bisnisnya sebesar Rp 585 juta. Terdakwa bernama Herman selama ini buron.

Herman ditangkap di Pelabuhan ASDP Telaga Punggur, Kamis (13/12/2018) saat akan menuju ke Tanjung Uban dan langsung dibawa ke Kantor Kejaksaan Negeri Batam untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kepala Kejari Batam Dedie Tri Hariyadi mengatakan, Herman ditetapkan bersalah berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI no 193k/ PID/2018 tanggal 28 Maret 2018 jo Putusan Pengadilan Tinggi Pekanbaru no 193/PID.B/2017/PT.PBR jo Putusan Pengadilan Negeri no 332/PID.B/2017/PN.BTM dengan Pidana Penjara selama 1 Tahun.

"Namun hukuman tersebut tidak dilaksanakan terdakwa dan malah menghilang hingga akhirnya berhasil diamankan, Kamis (13/12/2018) sore kemarin," kata Didie, Jumat (14/12/2018).

Dijelaskan, kejadian penipuan yang menjerat Herman berawal saat dirinya menyuruh dan melakukan tindak pidana penipuan. Kejadian berlangsung di Batam pada bulan Mei 2014. Ketika itu, Herman  bersama Andre Roberto Sitanggang berjanji akan mengurus lahan yang berada di deretan pasar jodoh dan terpidana telah menerima uang sebesar Rp 292.500.000 dari saksi Denly Rianto.

"Akan tetapi pengurusan surat-surat tersebut tidak bisa dilakukan dikarenakan lahan tersebut adalah milik PT Rezeki Graha Mas," jelas Didie.

Sebelumnya terpidana Herman divonis hakim Pengadilan Negeri Batam 5 bulan penjara, sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Batam menuntut terdakwa selama 2 tahun 6 bulan penjara.

Atas putusan hakim tersebut, JPU kemudian melakukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Pekanbaru. Kemudian PT menjatuhkan vonis 1 tahun penjara dikurangi masa tahanan.

Vonis tersebut dikuatkan putusan kasasi oleh Mahkamah Agung RI. (Hadi)




Berita Terkait
Lihat Semua