Kejati Kepri Tetapkan 2 Tersangka Penjalanan Dinas Fiktif di BPBD Kepri
10 Desember 2018
Kajati Kepri Dr Asri Agung Putra (dua dari kiri) didampingi Wakajati Kepri A Muhammad Taufik dan Asintel Kepri Martono saat menggelar konfrensi pers penetapan dua tersangka korupsi penggunaan dana perjalanan dinas fiktif di BPBD Kepri, Senin (10/12/2018) pagi. (Foto: Andri)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Kepulauan Riau menetapkan dua orang tersangka dugaan korupsi perjalanan dinas fiktif  di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepri tahun 2013 - 2016 dengan kerungian negata mencapai Rp1,2 milyar.

Kedua tersangka EI (53) mantan kepala BPBD Kepri dan MR (39) yang menjabat sebagai bendahara BPBD Kepri. Saat ini kedua tersangka masih merupakan ASN Provinsi Kepri. 

Kajati Kepri Asri Agung Putra dalam keterangan pers di kantornya, Senin (10/12/2018) pagi mengungkapkan, penetapan dua tersangka setelah adanya pemaparan oleh penyidik Pidsus.

"Dari pemaparan itulah lantas kami menetapkan kedua tersangka," ujar Asri didampingi Wakajati Kepri A Muhammad Taufik dan Asintel Kepri Martono.

Dalam kasus ini, lanjut Kajati, pihaknya menemuka fakta bahwa dalam perjalanan dinas menggunakan beberapa nama yang namannya tidak ada alias fiktif. Selain itu ditemukan pula dokumen pertanggungjawaban yang tidak memadai sehingga anggaran itu tidak digunakan sesuai peruntukannya. 

Adapun rincian penggunaan dana perjalanan dinas fiktif terinci sebagai berikut: tahun 2013 sebesar Rp 289 juta, tahun  2014 sebesar Rp 470 juta, tahun 2015 sebesar Rp 321 juta dan tahun 2016 sebesar Rp 195 juta. 

"Sehingga muncullah kerugian negara sebesar Rp1,2 miliar," jelas Asri.

Dala kasus ini, kedua tersangka dijerat dengan pasal 2 ayat 1 Undang-undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan undang-undang nomor 20 tahun 2001  tentang pemberantasan Tipikor. 

Selain itu, tersangka juga dijerat dengan pasal 3 ayat 1 UU No 31/1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU No 20/2001  tentang pemberantasan Tipikor. (Andri)




Berita Terkait
Lihat Semua