Polda Kepri Gagalkan Pemberangkatan 29 Calon TKI Ilegal ke Malaysia
06 Desember 2018
Kabid Humas Polda Kepri Kombes S Erlangga memberikan keterangan pers terkait penggagalan pemberangkatan calon TKI ilegal ke Malaysia, Kamis (6/12/2018). (Foto: Hadi)
INILAHKEPRI, BATAM - jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kepri menggagalkan pemberangkatan 29 WNI yang akan diberangkatkan sebagai tenaga kerja ilegal di Malaysia.

29 calon TKI ilegal berasal dari berbagai daerah di Indonesia ini diselamatkan di sekitaran pelabuhan tidak resmi yang ada di Batu Besar, Nongsa, Batam, sekitar pukul 20.00 WIB, Minggu (3/12/2018).

Kabid Humas Polda Kepri Kombes S Erlangga menjelaskan, ke 29 calon TKI ilegal itu diantaranya 15 orang berasal dari Nusa Tenggara Timur, 6 orang berasal dari lombok, 4 orang dari Makasar serta masing-masing satu orang dari Aceh, Bengkulu, Sumba, dan Medan.

"Dari kampung halamannya, para TKI Ilegal ini berangkat masing-masing. Dan setibanya di Batam baru ditempatkan di suatu lokasi penempatan untuk kemudian diberangkatkan,"  jelas Erlangga, Kamis (6/12/2018).

Untuk bisa berangkat ke Malaysia, para TKI Ilegal ini dikenakan tarif mulai dari Rp 1,7 juta hingga Rp 2 juta.

"Biaya itu merupakan biaya dari Batam ke Malaysia yang diangkut menggunakan speed boat melalui jalur laut," ungkapnya.

Selain menyelamatkan 29 calon TKI ilegal, pihaknya juga berhasil mengamankan 4 orang tersangka,  masing-masing berinisial Z bin R alias L, RM alias I, M Bin D dan J.

Mereka berperan sebagai penanggungjawab, pemilik kapal untuk mengangkut calon TKI, penampung dan pengantar, serta J sebagai pengarah calon TKI Ilegal untuk naik keatas speed boat.

Keempat pelaku ini dijerat pasal 2, pasal 4, pasal 6 dan pasal 10 UU RI No.21 tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang dan pasal 81 junto pasal 83 UU RI No.18 2017 tentang perlindungan pekerja migran dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (Hadi)





Berita Terkait
Lihat Semua