Pelajar dan Mahasiswa Dilibatkan Selesaikan Masalah Kependudukan
22 November 2018
Kelompok pelajar dan mahasiswa yang dilibatkan BKKBN dalam mensosialisasikan penyelesaian berbagai masalah kependudukan di tingkat remaja hingga masyarakat. (Foto: Masrun)
 INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kepulauan Riau (Kepri) melibatkan kelompok pelajar serta mahasiswa maupun Perguruan Tinggi di Kota Tanjungpinang untuk mensosialisasikan penyelesaian berbagai masalah kependudukan di tingkat remaja hingga masyarakat. 

Sebelum para peserta SMP, SMA dan mahasiswa-mahasiswi melaksanakan tugas kependudukan, KKBN Kepri memberikan materi tentang sosialisasi program pengendalian penduduk bersama mitra kerja yang digelar di Lapangan Pamedan Tanjungpinang, Kamis (22/11/2018). 

Kepala BKKBN Kepri, Mediheryanto mengatakan kelompok strategis ini bakal bergabung di pusat informasi konseling remaja yang dipandu oleh pendidik sebaya serta konseling sebaya.

"Kita berharap peserta yang ikut hari ini bisa memahami masalah-masalah kependudukan agar menjadi perpanjangan kita khususnya di tingkat remaja," ucap Mediheryanto kepada sejumlah jurnalis usai kegiatan. 

Dimana tugas pokok dan fungsi pusat informasi itu akan memberikan pelayanan mengenai berbagai problem remaja diantaranya penanganan reproduksi wanita, bimbingan masalah kenakalan remaja hingga masalah kesehatan baik pribadi maupun lingkungan keluarga. 

"Membantu para remaja dalam rangka mengatasi berbagai masalah yang mereka hadapi diantaranya menstruasi yang tidak teratur," imbuhnya. 

Asisten I Pemrov Kepri, Raja Ariza saat membuka kegiatan mengatakan kegiatan sosialisasi ini memiliki beberapa tujuan strategis diantaranya, meningkatkan pengetahuan pemahaman masyarakat terhadap permasalahan dan isu kependudukan.

Kemudian, meningkatkan komitmen dan koordinasi mitra kerja dan stakeholder terkait terhadap keterpaduan dalam pembangunan kependudukan keluarga berencana dan pembangunan keluarga. 

"Meningkatkan kerjasama BKKBN dan mitra kerja dalam melakukan monitoring dan pembinaan program kampung keluarga berencana dalam bentuk komunikasi, informasi dan edukasi kepada masyarakat," katanya. 

Dengan demikian, menurut Ariza maka perlu grand design guna meningkatkan kualitas pengetahuan, kesejahteraan serta pembangunan kehidupan masyarakat Kepri kedepannya. Berdasarkan data-data konkrit di kabupaten/kota dalam menetapkan kebijakan pembangunan pemerintah. 

Melalui, kesempatan itu Raja Ariza menyebutkan jumlah kampung keluarga berencana di Kepri sebanyak 78 sejak tahun 2016 hingga tahun 2018 ini. 

"Untuk memberikan arah dalam menetapkan suatu kebijakan di bidang kependudukan mulai dari tingkat desa/kelurahan, kecamatan hingga pusat," imbuhnya. 

Sebelumnya, Wali Kota Tanjungpinang Syahrul dalam sambutannya mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para orang tua untuk bersinergi dalam mewujudkan generasi yang kuat, sehat dan memiliki wawasan global.

Maka dari itu, setiap kelompok bina keluarga kampung KB yakni para orang tua harus menjadi sahabat terbaik bagi setiap remaja atau anak-anaknya. 

"Untuk memberikan informasi pada generasi muda, anak-anak kita dalam mendapatkan pengetahuan edukasi tentang bagaimana mengupayakan masyarakat yang cerdas, berpikir arif dan bijaksana dalam melaksanakan pembangunan ke depan," tutupnya. (Masrun)





Berita Terkait
Lihat Semua