Bidan DD Sebut Ada Perbedaan Kronologis Kejadian Penganiayaan Yang Dialaminya
19 November 2018
Bidan DD (kanan) bersama kuasa hukumnya Iwan Kusuma Putra memberikan keterangan pers di salah satu kedai kopi di Jalan Wiratno, Tanjungpinang, Senin (19/11/2018). Ada beberapa keterangan yang menurutnya tidak sesuai dengan apa yang dia alami. (Foto: Andri)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Setelah sekian lama memilh diam, Bidan DD akhirnya angkat bicara terkait penganiayaan diduga dilakukan dr Yusrizal Saputra terhadap dirinya. Ada beberapa keterangan yang menurutnya tidak sesuai dengan apa yang dia alami.

Ditemani kuasa hukumnya Iwan Kusuma Putra, Senin (19/11/2018) siang, Bidan DD enggan memberikan penjelaskan bagaiamana kronologis kejadian yang dia alami. Namu dia menyangkal sejumlah keterangan yang diberikan pihak keluarga, termasuk kuasa hukum dr Yusrizal.

Salah satu yang dia sangkal bahwa kedatangannya ke kediaman dr Yusrizal adalah atas permintaan, bukan berdasarkan kesepakatan seperti disampaikan pihak tersangka sebelumnya.

"Klien saya diminta datang. Katanya disuruh menyuntik salah seorang keluarga tersangka. Tapi sampai di rumah, yang mau disuntik justru tersangka," ujar Iwan Kusama menceritakan awal kronologisnya.

Singkat cerita DD kemudian menyuntik dr Yusrizal. Namun usahanya menyuntikkan cairan itu gagal lantaran terdapat kerusakan pada jarum suntik. 

"Sampai akhirnya dr Yusrizal kemudian menyuntik korban. Tersangka tidak ada menawarkan. Klien saya tidak pula meminta disuntik vitamin C seperti versi tersangka," ujar Iwan.

Dia enggan menceritakan ricni kronologis kejadiannya dengan alasan menghormati kinerja penyidik Sat Reskrim Polres Tanjungpinang yang menangani perkara ini.

"Semua keterangan sudah disampaikan kepada penyidik. Termasuk pula jenis obat-obatan yang harus dipastikan oleh ahli. Jadi kita tunggu saja penyidik bekerja. Kami masih mempecayai penyidik dala menangani perkara ini," papar Iwan.

Kendati demikian, Iwan, mewakili DD yang berada di sampingnya menyebut jika keberatan jika nantinya tersangka dikenakan pasal 351 KUHP yang mengatur mengenai penganiayaan biasa.

"Sebagaimana diketahui, korban menderita psikis maupun fisik. Bahkan sampai sekarang klien saya masih trauma. Masih menjalani terapi," sebut Iwan.

Baik pihak keluarga DD maupun dirinya yang dikuasakan menangani perkara hukumnya berharap kasus ini terus berlanjut hingga ke pengadilan. Dia mengakui jika memang ada upaya damai yang diajukan tersangka.

"Tapi keluarga maupun korban meminta perkara ini tetap diproses sebagaimana prosedur hukum yang berlaku," tegas Mantan Ketua Peradi Tanjungpinang ini.

Menyinggung soal adanya pertemuan pihak keluarga dengan oknum jaksa diduga membahas perkara ini, Iwan menyebut itu menjadi catatan. 

"Itu bukan ranah kami untuk berkomentar. Tapi itu kami amati dan akan menjadi catatan kami," ungkapnya.

Diakhir penjelasannya, Iwan kembali menegaskan jika pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada penyidik. Pihaknya mepercayai kinerja penyidik.

"Kalaupun jika pada akhirnya penyidik Polres Tanjungpinang tidak mampu dan perkara ini diambil alih Polda, tentu kami akan tetap mengikutinya," ujar Dia.

Sementara itu, DD yang mengenakan masker ketika memberikan keterangan pers kepada jurnalis di salah satu kedai kopi di Jalan Wiratno berharap dukungan semua pihak.

"Saya juga minta kawan-kawan membantu saya mengawal kasus ini," sebutnya. (Andri)




Berita Terkait
Lihat Semua