Sat Reskrim Polres Tanjungpinang Amankan Truk Berisi 4 Ton Solar
17 November 2018
Mobil tangki berisi 4 ton solar yang diamankan Sat Reskrim Polres Tanjungpinang, Jumat (16/11/2018) malam. Truk diketahui milik PT Laros Petroleum ini diamankan di sebuah gudang terletak di KM 16 Bintan. (Foto: Masrun)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Jajaran Sat Reskrim Polres Tanjungpinang mengamankan mobil tangki Nopol BP 9682 YT berisikan 4 ton Bio Solar. Mobil diamanakn di salah satu gudang kilometer 16 arah Uban, Tanjungpinang, Jumat (16/11/2018) malam.

Diketahui, mobil truk itu milik PT Laros Petroleum Perwakilan Tanjungpinang, Kantor Cabang Batam dan kantor pusatnya di Jakarta. Kepala perwakilannya diketahi berinisial IR. 

Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Efendri Ali mengatakan, bahan bakar Bio Solar itu diperuntukan bagi salah satu perusahaan di Kabupaten Bintan. Namun saat ini pihaknya belum bisa menyimpulkan apakah ada pelanggaran hukum atau dugaan modus lainnya. 

"Asal bahan bakar 4 ton tersebut dari agen resmi Pertamina bernama Patra Niaga. Dari keterangan IR adalah Solar industri," ucap Efendri saat dikonfirmasi sejumlah jurnalis di kantornya, Sabtu (17/11/2018) sore. 

Saat ini, pihaknya tengah melakukan pemeriksaan terhadap IR dan seorang pegawai Kantor Cabang di Batam yang saat ini dalam perjalanan ke Tanjungpinang sambil membawa dokumen tentang kasus dimaksud. 

Pemeriksaan dilakukan guna memastikan apakah solar dimaksud adalah untuk industri atau minyak subsidi. 

"Hari ini kita juga menunggu dokumen dari kantor cabang yang ada di Batam. Katanya dalam perjalanan. Kita kroscek juga di Patra Niaga agen resmi Pertamina. Apakah benar dari mereka," tuturnya. 

Ali menegaskan, pada prinsipnya pihaknya mendalami asal usul soal itu. Selanjutnya, apakah ada keterkaitan satu dengan lainnya.

"Intinya, sekarang kita mengetahui dulu sumber minyak dari mana BBMnya. Setelah tahu sumber pastinya, baru kita akan selidiki Ke mana-mana arahnya," terangnya. 

Menurutnya, temuan mobil tangki berawal dari laporan warga, sehingga petugas melakukan pemeriksaan dan penyelidikan di lokasi. 

"Mobil ini terparkir di depan sebuah gudang. Di dalam gudang itu memang ada 14 drum dengan daya tampung 1 ton. Tapi dalam keadaan kosong dan tidak ditemukan satu orang pun," pungkasnya. (Masrun)





Berita Terkait
Lihat Semua