Waduh! Suami di Batam Dipolisikan Karena Paksa Istri dan Adik Ipar Melacur
14 November 2018
ilustrasi. (Foto; Int)
INILAHKEPRI, BATAM - Tega nian AZ. Demi uang, dia tega memaksa istrinya N (27) dan adik iparnya B (25) menjajakan kehormatannya. 

Celakanya, kedua kakak adik ini mengaku dipaksa untuk melayani nafsu teman dekat suaminya sendiri. 

Tak tahan dengan perlakukan itu, N dan B akhirnya nekat mengadu ke Polsek Batu Aji, Batam.

Kepada polisi, keduanya mengaku selama ini tak bisa mengelak. Mereka takut dengan AZ yang menurut N adalah seorang suami pelamas dan suka main ancam itu. 

"Kami juga bingung kok bisa seorang suami menjual istrinya," kata Kapolsek Batu Aji, Kompol syarifuddin Dalimunthe disela persiapan pengamanan kedatangan Cawapres Ma'ruf Amin, Rabu (14/11/2018) pagi.

Keheranan terlebih karena N dan B memiliki paras cantik. Selain memiliki kulit putih bersih, keduanya juga terlihat manis.

"Makanya saya heran," kata Kapolsek sembari membenarkan laporan diberikan N dan B.

Dijelaskan, Dalimunthe, kepada dirinya N mengaku sudah dipaksa melacur tak lama setelah mereka menikah pada 2013 lalu. Berbeda dengan N, adiknya B mengaku mengalami nasib sama dengan kakaknya pada setahun terakhir.

Biasanya, saat melayani nafsu bejat teman sang suami, B dan N dalam kondisi separoh sadar. Sebelum melayani, mereka terlebih dahulu menenggak minuman beralkohol yang disediakan oleh AZ.

"Mereka terlebih dahulu ngobrol sambil minum (minuman beralkohol). Pengakuannya seperti itu," jelas Dalimunthe.

Namun sayangnya, Polsek Batu Aji hingga kini belum bisa memproses pengaduan N dan B. Masalahnya, dalam laporan yang disampaikan, N dan B tidak memiliki bukti-bukti. 

"Karena tidak adanya bukti, maka kami sarankan untuk melakukan pengumpulan bukti dan melakukan koordinasi dengan PPA di Polresta Barelang," kata Dalimunthe.

Kendati demikian, Dalimunthe mengaku jika pihaknya tetap melakukan pendalaman. 

Dalimunthe menyebut memang sejauh ini pihaknya belum melakukan pemanggilan terhadap AZ.  Tapi dia mengaku telah memerintahkan penyidik untuk terus memantau setiap gerak gerik AZ.

"Begitu bukti cukup, kami tinggal melakukan penangkapan. Karena untuk laporannya kami serahkan ke Unit PPA Polresta Barelang. Jadi bagaimanapun kami juga menunggu koordinasi dari Unit PPA tersebut," paparnya. (Hadi)




Berita Terkait
Lihat Semua