Efendri Ali Belum Mau Menanggapi Upaya Damai Diajukan Keluarga dr Yusrizal
12 November 2018
Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Efendri Ali. (Foto: Andri)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Kepala Satuan Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Efendri Ali belum memberikan komentar terkait rencana keluarga dr Yurizal yang akan mengupayakan jalur damai atas kasus dugaan penganiayaan yang menjeratnya sebagai tersangka.

Ditemui usai serah terima jabatan di Mapolres Tanjungpinang, Senin (12/11/2018), mantan Kasat Narkoba di Polres Tanjungpinang ini menyatakan akan terlebih dahulu mempelajari perkaranya terlebih dahulu.

"Hari ini saya mulai menjabat Kasat Reskrim. Dan hari ini saya baru serah terima, maka pertanyaan ini belum saya bisa jawab," ujar Efendri Ali menanggapi hal tersebut.

Kendati demikian, Efendri Ali yang pernah menjabat Kasat Reskrim di Polres Lingga ini menyatakan akan segera mempelajari kasus tersebut.

"Setelah saya duduk, saya akan pelajari perkaranya, dan insyaallah kita akan tangani perkara ini secara promoter (profesional, modern dan terpercaya)," ujarnya singkat.

Diberitakan sebelumnya, pihak keluarga, disampaikan istri, ayah dan seorang sepupu dr Yusrizal meyakini jika dokter spesialis kandungan ini tidak bersalah.

Kepada sejumlah jurnalis, Minggu (11/11/2018), istri dr Yusrizal, Noor Ashila menyatakan jika suaminya sama sekali tidak memilki niat jahat terhadap Bidan DD yang berstatus pelapor.

Noor meyakinkan jika banyaknya suntikan di tubuh Bidan DD adalah upaya penyelamatan terhadap dirinya yang secara tiba-tiba mengalami penurunan kesadaran dan meracau.

Ayah dokter Yusrizal, Yusman Yunus menyampaikan jika kejadian itu merupakan kesalahpahaman. Dari kronologis itu, lanjut dia, kini pihaknya tengah mengupayakan jalan damai dan tidak menginginkan perkara itu diselesaikan di Pengadilan.

Sepupu Yusrizal, Wirman Saputra menambahkan, pasal 351 ayat 1 KUHP yang disangkakan kepada Yusrizal dia yakini bisa diselesaikan melalui jalan damai. Menurutnya, kerugian dialami Bidan DD atas kejadian tersebut, misalnya kerugian karena  tidak bisa bekerja selama seminggu, maka itu masuk ke jalur perdata.

Baik ayah, sepupu, dan istri Yusrizal menampik isu adanya hubungan khusus (asmara) antara Yurizal dan DD. 

Disinggung mengenai motif pelaporan dilakukan DD, pihak keluarga Yusrizal enggan berpendapat. Demikian pula soal apakah akan melakukan upaya membuat laporan balik. Terkait ini, pihak keluarga Yusrizal menekankan jika masih menunggu upaya jalan damai. (Andri)




Berita Terkait
Lihat Semua