Keluarga Dokter Yusrizal Upayakan Jalan Damai
11 November 2018
Dokter Yusrizal ketika menjalani pemeriksaan di Ruang Penyidik Sat Reskrim Polres Tanjungpinang beberapa waktu lalu. (Foto: dokumen inilahkepri/Masrun)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Pihak keluarga Yusrizal tetap meyakini jika dokter spesialis kandungan itu tidak bersalah dalam kasus penganiayaan yang dilaporkan bidan rekan kerjanya. Mereka kini tengah melakukan proses mediasi agar kasus ini bisa dihentikan.

Kepada sejumlah jurnalis, Minggu (11/11/2018) siang, istri, ayah dan seorang saudara sepupu dr Yusrizal kembali menceritakan kronologis kejadian itu. 

Versi mereka, penyuntikan terhadap Bidan DD yang melaporkan dr Yusrizal ke Mapolres Tanjungpinang merupakan kesepatakan bersama. 

Kronologis

Istri Yusrizal, Noor Ashila menyampaikan, Rabu (10/10/2018) pagi, DD dijemput Yusrizal untuk dimintai tolong memasang infus. Kondisi tubuhnya sedang drop. Kesepakatan menurutnya diketahui banyak pihak, dalam hal ini Klinik Al Rasha Birth tempat keduanya bertugas. Permintaan itu Yusrizal sampaikan di group Whatsapp. 

Di kediaman Yusrizal, Batu 8 Atas, Tanjungpinang, DD berupaya menyuntikan infus. Tapi hal itu diurungkan karena Yusrizal menganggap DD tidak mahir. 

Sebaliknya Yusrizal kemudian menyuntikkan Vitamin C yang dia beli di apotek.

"Ini atas permintaan Wanti (nama panggilan DD/ Desrtriana Dewanti). Ini semacam rasa terimakasih karena dokter Putra (Yusrizal Saputra) tahu kalau Wanti sering disuntik Vitamin C. Itu atas kesempatan bersama," papar Noor Ashila.

Menurutnya, setelah sekitar 2cc cairan vitamin C masuk ke tubuh DD, bidan ini tiba-tiba tak sadarkan diri. 

"Kesadarannya menurun, gelisah dan meracau. Karena takut mengganggu jalannya napas, dokter Putra lalu berusaha mencari pembuluh darah pena," ujar Noor.

Banyaknya luka tusuk di jarum suntik di tubuh DD (berdasar hasil visum sebanyak 56 suntikan), Noor menyebut jika hal itu karena disebabkan sulitnya mencari pembuluh darah pena. Noor sangsi jumlah suntikan pada hasil visum.

"Bayangkan ketika penyuntikan itu dilakukan dala kondisi tubuh Wanti yang meronta," kata dia.

Kerena sempat mengalami kesulitan menyuntikkan cairan ke pembuluh darah pena, Yusrizal lantas menelepon salah seorang rekannya di rumah sakit. 

Tak lama berselang, upaya menyuntikkan cairan ke tubuh DD berhasil dilakukan. Efeknya tidak langsung bekerja. Hingga akhirnya kesadaran DD  membaik. 

Saat sadar itu, dr Yusrizal sedang berada di kamar mandi. Menurut Noor, saat itu suaminya sedang mempersiapkan diri untuk ke rumah sakit. Ada operasi yang akan dia lakukan. 

Setelah sadarkan diri, DD kemudian memilih untuk pulang sendiri. Ada temannya menjemput di SPBU tak jauh dari rumah dr Yusrizal.

"Jadi kejadian itu sama sekali tak ada niat jahat dari dokter Yusrizal. Itu demi penyelamatan. Dan satu lagi. Sebelum meminta disuntik infus karena drop, dokter Yusrizal minta izin ke saya," terang Noor.

Mengupayakan Jalan Damai 

Ayah dokter Yusrizal, Yusman Yunus menyampaikan jika kejadian itu merupakan kesalahpahaman. Dari kronologis itu, lanjut dia, kini pihaknya tengah mengupayakan jalan damai.

"Kami tentunya tidak ingin masalah ini sampai ke pengadilan. Tapi kalau pun jalan damai ini tidak bisa diupayakan, maka akan ditimbang-timbang salah benarnya," ujar Yusman.

Sepupu Yusrizal, Wirman Saputra menambahkan, pasal 351 ayat 1 KUHP yang disangkakan kepada Yusrizal bisa diselesaikan melalui jalan damai.

"Tidak mesti diselesaikan lewat jalur pengadilan. Kalaupun mengenai kerugian ditimbulkan atas kejadian ini, misalnya kerugian karena Wanti tidak bisa bekerja selama seminggu, maka itu masuk ke jalur perdata," papar sepupu Yusrizal yang berprofesi sebagai advokat tersebut.

Baik ayah, sepupu, dan istri Yusrizal menampik isu adanya hubungan khusus (asmara) antara Yurizal dan DD. 

"Tidak ada. Kami yakin dokter Yusrizal tidak memiliki rasa terhadap Bidan DD," ungkap Wirman lagi.

Disinggung mengenai motif pelaporan dilakukan DD, pihak keluarga Yusrizal enggan berpendapat. Demikian pula soal apakah akan melakukan upaya membuat laporan balik. Terkait ini, pihak keluarga Yusrizal menekankan jika masih menunggu upaya jalan damai.

Namun, sejauh ini belum ada keterangan resmi dari bidan DD terkait kronologis yang menimpanya itu. (Andri) 
 





Berita Terkait
Lihat Semua