Bintan Bershalawat dan Mengaji Sebagai Upaya Pembentukan Karakter Anak
06 November 2018
Setidaknya ada 36.200 anak di Bintan berkumpul di masjid dan surau yang ada di Kabupaten Bintan pada Kamis 1, November 2018. Anak-anak itu sengaja dikumpulkan Pemkab Bintan untuk mengikuti program "Bintan Bershalawat dan Mengaji", sebuah program lanjutan 15 menit mengaji sebelum belajar bagi siswa beragama Islam yang dimaksudkan sebagai upaya pembentukan karakter anak-anak Bintan yang santun dan qurani.

Bupati  Bintan Apri Sujadi menyatakan, setiap pejabat di lingkup pemerintahan yang dia pimpin mempunyai kewajiban menjalankan program "Magrib Mengaji" atau "Bintan Bershalawat dan Mengaji" yang diluncurkan Kamis, 1 November 2018.

"Belum lama ini kami mengumpulkan seluruh Kepala Sekolah dan Kepala OPD untuk menjalankan program ini. Setiap pejabat, mulai dari eselon II, III dan IV yang ada di Bintan mempunyai kewajiban untuk memastikan apakah program ini berjalan di setiap masjid yang ada," ujar Apri usai peluncuran di Masjid Al Hasanah, Sungai Datok, Kijang, Bintan Timur.

Menurut Apri, Program Magrib Mengaji ini merupakan lanjutan program 15 menit mengaji sebelum pelajaran di sekolah yang telah diterapkan Pemkab Bintan sebelumnya. 

"Kami melihat siswa yang sudah tamat SD tidak mau lagi mengaji. Mengaji seperti hanya untuk mendapat sertifikat sebagai syarat masuk SMP. Setelah SMP, mereka berhenti mengaji. Ini yang jadi landasan pemikiran kami," papar Apri.



Selain memiliki kewajiban dalam melakukan pengawasan, setiap pejabat setingkat eselon II, III dan IV di Pemkab Bintan juga memiliki kewajiban untuk menyusun kegiatan yang membuat program tersebut berjalan secara konsisten.

"Harus berinovasi. Bagaimana anak-anak yang mengikuti kegiatan ini bisa nyaman. Tidak hanya terpaku kepada mengaji. Bisa jadi berupa membuat perlombaan atau cerita kisah nabi yang sifatnya membuat anak-anak bisa senang dan betah mengikuti kegiatan ini," papar Apri lagi.


Kembali dijelaskannya, program Magrib Mengaji yang pada tahap awal ini dilaksanakan setiap Kamis malam, bersifat diwajibkan bagi anak-anak usia SD dan SMP di Kabupaten Bintan.

"Kewajiban ini didasari atas Peraturan Bupati (Perbup). Kami menganggap tidak masalah diwajibkan mengingat ini demi kebaikan. Tapi itu tadi, syaratnya harus dibarengi inovasi yang mampu membuat anak-anak betah," sebutnya lagi.

Selain menumbuhkembangkan kebiasaan mengaji dan sebagai upaya meramaikan masjid, program ini disebut Apri juga untuk menangkal ketergantungan anak-anak terhadap penggunaan gadget.

"Di tengah era teknologi ini memang sulit. Tapi paling tidak bagaimana bisa membatasi," tandasnya.



Di hari dimulainya program ini, Kamis (1/11/2018), Pemkab Bintan mencatat tedapat 36.200 anak-anak yang mengikuti pelakaanaam Program Magrib Mengaji perdana di Kabupaten Bintan. Anak-anak itu tersebar di seluruh Masjid dan Surau yang ada di Kabupaten Bintan.

"Tugas kami adalah memastikan program ini berjalan. Makanya seluruh kepala OPD dan pejabat-pejabat yang ada di Pemkab Bintan juga menyebar ke masjid dan surau yang ada. Semisal Wabup yang saat ini melihat pelaksanaannya di Gunung Kijang," ungkap Apri.

Setiap anak-anak beragama Islam yang ada di Kabupaten Bintan dikatakan Apri akan dibekali buku panduan yang harus ditandatangani oleh pengurus masjid atau pengisi materi pengajian. 

Hal serupa disebut Apri juga akan diterapkan kepada anak-anak beragama selain Islam.

"Berikutnya akan menyesuaikan untuk agama lain. Tentunya akan menyesuaikan dengan ibadah masing-masing agama," tutupnya. (Adv)





Berita Terkait
Lihat Semua