Kemendag Segel 4 Gudang Mainan Ilegal Senilai Rp 4 Miliar
08 November 2018
Salah satu gudang mainan di Batam yang disegel Kemendag RI., Kamis (8/11/2018). (Foto: Hadi)
INILAHKEPRI, BATAM - Selain enyegel empat perusahaan agen properti di Batam, Kamis (8/11/2018), Direktorat Tertib Niaga, Ditjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (Ditjen PKTN) Kementerian Perdagangan RI juga menutup empat gudang mainan.

Penyegelan keempat gudang mainan dilakukan Direktorat Pengawasan Barang Beredar dan Jasa (Ditwas) Kemendag RI. Penyegelan dilakukan karena diduga tidak sesuai SNI Wajib dan ketentuan lainnya.


Direktur Pengawasan Ojak Simon Manurung menjelaskan, selain tidak sesuai SNI Wajib, pihaknya bahkan menemukan ada beberapa mainan yang menggunakan logo SNI palsu.

"Ini kan terkait keselamatan, keamanan, kesehatan dan lingkungan hidup (K3L), jadi langsung kami ambil langkah tegas dengan penyegelan," tegasnya.

Dalam pengawasan itu, demi meningkatkan perlindungan kepada konsumen, tim Direktorat Pengawasan Barang Beredar dan Jasa langsung memasang PPNS-PK Line di empat Toko dan gudang mainan, yakni Gudang Citra Karya Sindo (CKS), Toko VCT, Gudang PT JMP serta toko IM. 

Gudang Citra Karya Sindo (CKS) di Komplek Inti Batam Blok A 10 Sei Panas, bahkan langsung digembok karena ditinggal pergi pemiliknya. 

Keempat gudang dan toko tersebut dianggap memperdagangkan puluhan ribu mainan yang telah diberlakukan SNI secara Wajib, namun tidak memiliki SPPT-SNI dan tidak memiliki Nomor Pendaftaran Barang (NPB).

Pemilik atau pengelola tidak dapat menunjukan SPPT-SNI, NPB dan dokumen importasi saat diperiksa penyidik.

"Nilai kerugian dari 4 gudang dan toko tersebut mencapai Rp4 miliar," ungkap Ojak.

Pada kesempatan ini, Ojak berharap pengelola keempat gudang bisa kooperatif. Penyidikan dimungkinkan akan berlaku jika nantinya mereka tidak bisa menunjukkan semua dokumen sesuai ketentuan yang berlaku.

Ketua Asosiasi Mainan Indonesia, Sutjiadi pada kesempatan sama berharap kepada seluruh pelaku usaha mainan anak-anak untuk tidak menjual produk yang tidak sesuai SNI. Ini dia sebut terkai dampak yang timbulkan. Baik dari sisi ekonomi maupun terhadap konsumen.

"Zat berwarna yang tergkandung pada mainan yang tidak SNI Wajib rawan menularkan racun dari kandungannya," ungkap Sutjiadi.(Hadi)




Berita Terkait
Lihat Semua