Bintan Kembali Terapkan Program Gerbang Demang di Tahun 2019
07 November 2018
Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Bintan, Rony Kartika. (Foto: Andri)
INILAHKEPRI, BINTAN - Pemerintah Kabupaten Bintan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) konsisten dalam upaya pembangunan dari pinggiran sebagaimana Nawacita Jokowi-Jusuf Kalla.

Kepala Dinas PMD Bintan, Ronny Kartika menjelaskan, wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Bintan membangun kawasan pinggiran adalah dengan tetap akan melanjutkan Program "Gerakan Membangun Desa Gemilang" atau disingkat "Gerbang Demang" pada 2019 mendatang.

"Program ini mulai dilaksanakan tahun 2017 dan akan kami lanjutkan pada tahun 2019 nanti," ujar Rony, Selasa (6/11/2018).

Program Gerbang Demang ini dijelaskan Rony meliputi pembangunan sarana dan prasarana olahraga, pembangunan infrastruktur, pembangunan sektor ekonomi masyarakat desa, dan peningkatan kapasitas SDM aparatur dan lembaga desa.



Di bidang olahraga, jelas Rony, melalui dana desa yang ada pihaknya mengangarkan pembenahan sarana dan prasarana olahraga di seluruh desa yang ada.

"Hampir seluruh desa di Bintan sudah memiliki lapangan olahraga. Baik itu bola voli, sepak takrau atau sepakbola

," tandasnya.

Terkait infrastruktur, lewat dana desa yang tersedia pihaknya fokus pada pembenahan akses jalan dan dermaga rakyat, serta pembenakan pemukiman masyarakat. 

Salah satunya adalah dengan membuat Perkampungan Bintan Berwarna, dimana pemukiman masyarakat di kawasan pesisir dicat dengan beraneka warna. Perkampungan Bintan Berwarna telah direalisasikan di Tambelan, Desa Air Kelubi, dan Kampung Tenggel Kelong.

"Perkampungan berwarna ini untuk menunjang pariwisata," jelas Rony.

Sedangkan sebagai upaya meningkatkan kapasitas SDM dan Aparatir Lembaga Desa, pihaknya konsen kepada kegiatan revolusi mental. Sejumlah Sekdes dan Badan Perwakilan Desa diikutsertakan pada pelatihan di Lembaga Diklat Revolusi Mental, yang ada di Subang Jabar.


Di sektor peningkatan eEkonomi, Roni menyebut jika saat ini 34 desa di Bintan telah terbentuk 34 Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). 

"Yang membanggakan adalah dari 34 Bumdes yang ada ini, 16 diantaranya sudah mapu mendatangkan PAD," ucap Rony bangga. (Andri)




Berita Terkait
Lihat Semua