Anak-anak Korban Puting Beliung Pulau Pecong Butuh Peralatan Sekolah
06 November 2018
Salah satu rumah warga di Pulau Pecong, Batam yang mengalami rusak parah akibat angin puting beliung yang terjadi Minggu (4/11/2018) malam lalu. (Foto: Hadi)
INILAHKEPRI, BATAM - Puting beliung yang mengakibatkan rusaknya 30 rumah di Pulau Pecong, Batam, Minggu (4/11/2018) malam menimbulkan permasalahan baru. Anak-anak yang menjadi korban kini tidak dapat bersekolah seperti biasanya disebabkan keterbatasan peralatan yang dimiliki.

Kepala Bidang Bantuan Jainan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Batam, Nur Arifin mengatakan, pakaian sehari-hari dan makanan untuk 103 jiwa warga yang menjadi korban saat ini telah mencukupi. 

Namun, sejumlah anak yang merupakan siswa SD maupun SMP yang menjadi korban mengalami keterbatasan peralatan. 

Peralatan sekolah yang sangat dibutuhkan mulai dari buku tulis, pensil, pulpen dan sejumlah ATK lainnya.

"Mereka tidak lagi memiliki alat-alat tulis karena tercebur ke laut saat peristiwa puting beliung terjadi," ungkap Arifin, Selasa (6/11/2018).

Demikian pula dengan sepatu dan seragam sekolah. Menurut Arifin, sejumlah anak-anak kehilangan sepatu dan seragam sekolah.

"Tidak banyak memang. Hanya beberapa saja," sebutnya lagi.

Dia melanjutkan, Dinsos Batam saat ini telah menyalurkan sejumlah kebutuhan korban. Mulai dari sembako, selimut dan matras diperuntukkan bagi korban yang tinggal di tenda pengungsi.

"7 hari kedepan, kami juga menyediakan dapur umum untuk para korban selain tenda-tenda darurat," ungkapnya.

Tiga hari pasca puting beliung terjadi, kondisi korban dikabarkan sehat. Saat ini warga setempat bahu membahu memperbaiki 26 rumah yang rusak.

"Untuk yang rusak ringan ada sebagian yang sudah rampung dan sudah bisa ditempati," pungkas Arifin.

Sebelumnya pasca kejadian ini, sedikitnya 30 unit bangunan mengalami kerusakan dengab jumlah korban ada 103 jiwa.

Dari 30 unit bangunan terdiri dari 26 rumah, dua kios BBM dan dua keramba apung atau keramba tancap.

Bahkan dari 30 unit bangunan itu, 18 bangunan mengalami rusak berat termasuk kios BBM dan keramba. 6 rusak ringan dan 6 lagi rusak ringan.

Selain itu, dari 103 jiwa yang menjadi korban, empat diantaranya mengalami luka-luka akibat tertimpa bangunan dan satu orang lagi tersengat petir. (Hadi)





Berita Terkait
Lihat Semua