Dijebloskan ke Penjara, Mantan Kepsek SMKN 1 Bintim Berujar Alhamdulillah
01 November 2018
Mungin Pribadi, di dalam mobil tahanan Kejaksaan Negeri Tanjungpinang, Kamis (1/11/2018) siang. Kejari mengeksekusi mantan Kepsek SMKN 1 Bintim ini setelah menerima putusan Pengadilan Tipikor Tanjungpinang. (Foto: Andri)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Kejaksaan Negeri Tanjungpinang mengeksekusi Mungin Pribadi (39), mantan Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Bintan Timur, terpidana kasus pungutan litlar (Pungli) di sekolah tersebut, Kamis (1/11/2018) siang.

Kepada wartawan, Mungin tidak berkomentar banyak.

"Alhamdulillah. Semoga saya bisa menjalaninya dengan baik," kata Mungin yang mengenakan batik saat digiring petugas Kejari Tanjungpinang menuju mobil tahanan. 

Siang tadi, Mungin dijebloskan ke penjara Rumah Tahanan (Rutan Tanjungpinang).

Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Tanjungpinang Ricardo Marpaung menjelaskan, eksekusi terhadap Mungin berdasarkan petikan putusan eksekusi nomor 13/Pidsus/TPK/Tahun 2018/PN Tanjungpinang yang dikeluarkan oleh Pengadilan Tindakan Pidana Korupsi (Tipikor).

"Putusan dikeluarkan kemarin. Dan hari ini kami langsung melakukan penahanan terhadap terpidana," ujar Ricardo didampingi Kasipidsus Kejari Tanjungpinang Budi Sastera. 

Sebagaimana diketahui, Mungin divonis bersalah dan diberi hukuman 5 bulan penjara dan denda Rp 5 juta subsider 1 bulan kurungan atas perbuatannya melakukan tindakan pungutan liar.

Mungin tertangkap operasi tangkap tangan (OTT) Tim Saber Pungli Polres Bintan, Sabtu (22/4/2018) lalu atas pungutan liar berdalih dana perpisahan di sekolah yang ia pimpin. 

Dalam kasus ini, bendahara SMKN 1 Bintim, Sopranita yang juga telah berstatus terdakwa belum dilakukan penahanan.  Syofranita yang dihukum dengan hukuman 4 bulan penjara dan denda Rp 5 juta subsider 1 bulan penjara masih pikir - pikir selama satu pekan. 

"Belum ditahan karena masih pikir-pikir," ungkap Ricardo. (Andri)




Berita Terkait
Lihat Semua