Kuasa Hukum Dokter YS Sesalkan Penetapan Tersangka Tanpa Libatkan Dokter Ahli
30 Oktober 2018
Urip Santoso (kanan) didampingi istri dr Yusrizal saat meberikan keterangan pers di kantornya, Komplek Bintan Center, Selasa (30/10/2018). (Foto: Masrun)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Urip Santoso, selaku kuasa hukum Dokter Yusrizal, menyatakan sangat menyangkan penetapan kliennya sebagai tersangka dengan tanpa menyertakan keterangan dokter ahli.

"Seharusnya, sebelum ditetapkan tersangka, harus ada keterangan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) atau dokter ahli. Apakah ada kelalaian medis," ucapnya ditemani istri dr Yusrizal, Mumtaza Noor Ashila, saat konferensi pers di kantornya, Kompleks Bintan Center Tanjungpinang, Selasa (30/10/2018) sore. 

Menurutnya, perbuatan kliennya menyintikan kepada Bidan DD telah memenuhi standar medis. Yusrizal bahkan dia tegaskan tidak mempunyai niat jahat terhadap bidan dimaksud.

"dr Yusrizal lakukan itu semata-mata demi penyelamatan," jelasnya lagi.

Urip menerangkan, Yusrizal menyuntikkan vitamin C terhadap DD melalui alat infus bernama abocath untuk mencari pembulu darah vena.

"Bukan disuntikkan dengan jarum yang seperti orang-orang bilang," terangnya sambil mempratikannya.

Selain itu, Yusrizal dia katakan juga tidak memasukan cairan obat bius jenis Midazolam berposisi tinggi yang digunakan untuk pasien operasi. 

"Seperti tadi apa yang disampaikan bahwa ada fitnah-fitnah, ada obat-obat terlarang segala macam. Itu sudah dilakukan tes urine ke Bidan DD. Dan hasilnya negatif," tutur Urip sambil menunjukan hasil melalui Hanphone seluler istri dr Yusrizal.

Urip menegaskan, bahwa bidan DD saat itu tidak pingsan total, namun diduga diakbitkan mengalami kondisi fisik lemah.

"Dia meracau antara sadar dan tidak," tegasnya. 

Saat terjadi seperti itu, Yusrizal dia sebut langsung berkoordinasi dengan dokter spesialis kandungan di salah satu rumah sakit untuk memberikan pertolongan. 

"Teman dokter Putra (Yusrizal) tiba, terlapor sudah pulang dari klinik," kata Urip.

Menurut Urip lagi, peristiwa penyuntikan itu dia katakan terjadi atas permintaan pelapor (Bidan DD).

"Pelapor meminta dr Putra untuk memasukkan vitamin C di tubuhnya. Maka Rabu (10/10/2018) lalu,  dokter menjemputnya," sebut Urip. 

"Diskusi sudah dibangun sejak awal. Perbuatan itu dilakukan atas kesepakatan bersama di rumah," lanjutnya lagi.

Istri dr Yusrizal menambahkan, sebelum suami menangani pasien saat itu terlebih dahulu dia telah memberitahukannya.

"Pada saat menyuntikkan memasukan obat ini, suami saya sudah izin dulu ke saya," imbuh Mumtaza Noor Ashila.

Diberitakan sebelumnya, dari laporan diberikan oleh Bidan DD kepada polisi, Yurizal yang merupakan rekan kerjanya di sebuah klinik di kawasan Batu 10 Tanjungpinang diduga melakukan penganiayaan terhadapnya, Jumat (12/10/2018) lalu.

Penganiayaan dimaksud adalah dengan melakukan suntikan hingga dia tak sadarkan diri. Total suntikan, sebagaimana diterangkan polisi berdasarkan hasil visum berjumlah 56 suntikan.

Peristiwa penyuntikan itu berlansung di kediaman Yusrizal di kawasan KM 8 Tanjungpinang. Hingga kini, belum diketahui pasti bagaimana hal itu bisa terjadi. Belum ada keterangan resmi dari korban terkait permasalahan tersebut. (Masrun)




Berita Terkait
Lihat Semua