Polisi Akan Gelar Rekonstruksi Kasus Penganiayaan Dokter Terhadap Bidan DD
27 Oktober 2018
Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Dwihatmoko Wiraseno. (Foto: Andri)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Kepala Satuan Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Dwihatmoko Wiraseno membenarkan pemeriksaan dilakukan terhadap dr Yusrizal Saputra, dokter spesialis kandungan RSUP Ahmad Thabib Kepri yang ditetapkan sebagai tersangka penganiayaan terhadap rekan kerjanya Bidan DD.

"Ya, benar tersangka dan korban sedang diperiksa," Dwihatmoko kepada jurnalis yang meliput jalannya pemeriksaan di Mapolres Tanjungpinang, Sabtu (27/10/2018) malam.

Namun, Dwihatmoko enggan berkomentar banyak soal pemeriksaan tersebut.

"Proses selanjutnya akan dilakukan rekontruksi," ujarnya singkat.

Sebelumnya, pasca ditetapkan sebagai tersangka pada Rabu pekan lalu, sejak siang dr Yusrizal menjalani pemeriksaan di Sat Reskrim Polres Tanjungpinang. 

Melalui kuasa hukumnya Urip Santoso, Yusrizal menyangkal telah menyuntik Bidan DD menggunakan cairan bius sebanyak 56 kali. Dirinya mengaku hanya menyuntik korban sebanyak 30 kali yang menurutnya sebagai upaya penyembuhan terhadap korban. Suntikan sebanyak itu dia sebut untuk mencari pembulu darah pena.

Sebagaimana diketahui, kasus ini mencuat setelah Bidan DD yang merupakan rekan kerja tersangka di sebuah klinik di Jalan Hang Lekir Tanjungpinang ini melaporkan kejadian tersebut ke polisi Jumat (12/10/2018).

Menurut keterangan polisi, Rabu (10/10/2018) pagi, korban mendatangi kediaman tersangka di kawasan Batu 8. Informasi menyebut, kedatangan korban saat itu atas permintaan YS.

Di sana, entah apa alasannya, saat itu YS menyuntikkan cairan ke tubuh korban. Suntikan itu kemudian menyebabkan korban pinsan dan baru tersadar dua jam setelahnya. 

Dari hasil visu dilakukan terhadap korban, didapati sebanyak 56 luka bekas suntikan di sekunjur tubuh Bidan DD.

Menurut Kasat Reskrim AKP Dwihatmoko, tersangka menyuntikkan sebanyak 55 kali saat korban tidak sadarkan diri. (Masrun)




Berita Terkait
Lihat Semua