4 ABG Jadi Pemandu Karaoke Demi Gaya Hidup
24 Oktober 2018
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Tanjungpinang, Ahmad Yani. (Foto: Dokumen inilahkepri)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Empat gadis di bawa umur inisial PL (15), AA (16), RS (16) dan ON (16) yang diamankan Petugas Satpol PP Tanjungpinang Selasa (23/10/2018) lalu disebut merupakan korban gaya hidup.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Tanjungpinang, Ahmad Yani, saat ditemui di kantornya, Rabu (24/10/2018).

Menurutnya, keempat ABG yang telah diserahkan kepada keluarganya tersebut diakibatkan tuntutan ingin mengubah gaya hidup yang lebih modern.

"Sementara kehidupan orang tua tidak mampu. Sehingga mereka mencari pekerjaan di karaoke," ujar Yani.

Menurutnya, kesimpulan itu didasari atas keterangan diberikan keempat ABG tersebut. 

"Mereka ingin tampil lifestyle di zaman milenial. Mau punya handphone canggih dan penampilan yang bagus. Memang mereka cari sendiri pekerjaan di karaoke," kata Yani menirukan keterangan keempat gadis remaja itu.

Dalam kesempatan ini Yani menegaskan jika keempat gadis beranjak dewasa ini masih dalam pengawasan pihaknya. Dalam waktu dekat pihaknya akan mengatur jadwal untuk mempertemukan keenpatnya dengan psikolog RSUD Tanjungpinang.  

"Untuk dididik kejiwaan mereka. Karena mereka masih trauma," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, keempat ABG itu diamankan Petugas Satpol PP Tanjungpinang dari ruang karoke yang merupakan fasilitas bagi tamu hotel Harmoni Tanjungpinang. 

Sekitar pukul 03.00, mereka masih didapati melayani sejumlah tamu di ruang karaoke yang remang. Atas jasanya itu, keempat ABG yang dikabarkan telah berhari-hari menginap di hotel tersebut mendapatkan upah jasa Rp100 ribu per jam. (Masrun)




Berita Terkait
Lihat Semua