Polisi Masih Selidiki Cairan yang Disuntikkan Dokter YS ke Tubuh Bidan DD
23 Oktober 2018
Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Dwihatmoko Wiraseno. (Foto: Andri)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Polisi hingga kini masih melakukan pendalaman terhadap kasus dugaan penganiayaan dilakukan Dokter YS terhadap Bidan DD. 

Selasa (23/10/2018), Kepala Satuan Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Dwihatmoko Wiraseno menceritakan kronologis singkat penganiayaan dialami Bidan DD.

Rabu (10/10/2018) pagi, korban mendatangi kediaman tersangka di kawasan Batu 8. Antara keduanya memiliki hubungan kerja di sebuah klinik di Jalan Hang Lekir Baru 10. Informasi menyebut, kedatangan korban saat itu atas permintaan YS.

Di sana, entah apa alasannya, saat itu YS menyuntikkan cairan ke tubuh korban. 

"Diduga cairan vitamin C. Setelah disuntik, korban pingsan," ujar Dwihatmoko.

Saat tak sadarkan diri itulah YS - dikuatkan oleh hasil visum - menyuntik tubuh korban sebanyak 55 kali.

Selang beberapa jam kemudian, Bidan DD yang sadarkan diri langsung meninggalkan kediaman YS.

"Dia dijemput oleh temannya," terang Dwihatmoko lagi.

Informasi diperoleh, saat kabur itu, DD sedang berada di kamar mandi. Keesokan harinya, tubuh DD lemas. Dia mengalami trauma. 

Jumat (12/10/2018), DD melapor ke Polres Tanjungpinang setelah sebelumnya terlebih dahulu mengadukan apa yang dialaminya kepada Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak ( P2TP2A) Kepri.

"Sejauh ini kami belum mengetahui apa motif pastinya. Sedang kami dalami," ujar Dwihatmoko.

Perbuatan Cabul Tidak Terbukti

Menurut Kasat Reskrim, hasil visum yang dilakukan terhadap korban menjelaskan terdapat 56 luka suntik.

"Hasil visum menjelaskan ada 56 luka suntikan. Sejauh ini perbuatan cabul tidak terbukti," ujar Kasat Reskrim.

Terkait kasus ini, tersangka YS tidak ditahan. Dwihatmoko beralasan tidak ditahannya YS disebabkan dia masih menangani sejumlah pasien.

"Kami masih mengumpulkan bukti-bukti lain. Dalam waktu dekat kami akan melakukan penyitaan barang bukti. Diantaranya jarum suntik dan barang bukti terkait lainnya," ujarnya.

Namun, sejauh ini Dwihatmoko belum bisa memastikan cairan yang disuntikkan ke tubuh korban hingga ia tak sadarkan diri.

Dwihatmoko juga mengatakan belum mengetahui persis apa yang dilakukan tersangka selama korban tidak sadarkan diri. (Andri)





Berita Terkait
Lihat Semua