Polisi Masih Mendalami Motif Pembunuhan Gay di Kijang
20 Oktober 2018
Penyidik Unit Reskrim Polsek Bintan Timur memintai keterangan Julianto, Sabtu (20/10/2018). (Foto: IST)
INILAHKEPRI, KIJANG - Kepada polisi Julianto (24) telah mengakui perbuatannya membunuh pasangan gay-nya. Namun, hingga kini ia masih bungkam terhadap alasan kenapa dia membunuh kekasihnya Kardianus (21) yang tinggal serumah dengannya itu.

Kapolsek Bintim, AKP Muchlis Nadjar, Sabtu (20/10/2018) siang menjelaskan, hingga kini pihaknya masih melengkapi data dan fakta untuk mengetahui motif sebenarnya yang melatar belakangi aksi menghabiskan nyawa dilakukan oleh Julianto.
  
"Teman sekamar adalah pelakunya. Si J. Tapi masih mengembangkan lagi. Motifnya apa saja hingga dia melakukan itu. Korban tinggal di rumah tersangka. Kami masih melengkapi data-data. Masih periksa saksi dan mencocokkan kejadian-kejadian itu. Waktu-waktunya," papar AKP Muchlis.

"Dari penyelidikan, Autopsi dan sebelumnya dilakukan visum, ini dibunuh. Tetapi akan dalami lagi. Sehingga bisa yakinkan apa yang terjadi," lanjut Kapolsek Bintim. 

Untuk mengetahui motif pasti, penyidik Unit Reskrim Polsek Bintan Timur telah memeriksa sejumlah saksi. Diantaranya tetangga tersangka di Kampung Kolong Enam, Kecamatan Bintan Timur, RT/RW, termasuk juga tersangka. 

Membuat Drama Seolah Gantung Diri

Dalam kesempatan sama, Kepala Unit Reskrim Polsek Bintan Timur Ipda Fajri menceritakan kronologi singkat aksi pembunuhan dilakukan Julianto. Pada malam kejadian, Kamis (18/10/2018) sekitar pukul 01.00, Julianto, yang belum diketahui alasannya, mengambil tali tambang yang ada di samping sumur tempat dia tinggal.

Ia lalu mendatangi Kardianus yang sedang duduk termenung dan kemudian menjerat lehernya dengan tali tambang dari arah belakang. Kardianus sempat melakukan perlawanan. Tapi usaha itu sia-sia. Jeratan tali begitu kuat menyebabkan dia pingsan.

"Dan inilah yang menyebabkan korban kehilangan napas," jelas Ipda Fajri.

Melihat Kardianus tidak bergerak lagi, Julianto lantas mengikatkan tali itu ke leher korban dan kemudian menggantungnya di kayu yang ada di teras rumah.

"Jadi seolah-olah korban bunuh diri," tegas Ipda Fajri lagi.

Untuk melengkapi skenario itu, Julianto sempat meminta bantuan kepada salah seorang tetangga, menjelaskan jika Kardianus akan bunuh diri. Hal serupa pula yang pada awalnya dilaporkan Julianto kepada polisi.

Namun, karena merasa ada kejanggalan, polisi lantas melakukan penyelidikan mendalam dan kemudian berhasil menguak pembunuhan oleh Julianto.

"Alasan menetapkan tersangka, ada keterangan dengan hasil autopsi," ungkap Ipda Fajri. 

"Namun modusnya apa, masih kami selidiki," lanjutnya. (Andri)




Berita Terkait
Lihat Semua