Lanal Batam Gagalkan Penyelundupan 20.000 Ponsel Asal Singapura
19 Oktober 2018
Pangkoarmada I Laksamana Muda TNI Yudo Margono, Danlantamal IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI R. Eko Suyatno, dan Danlanal Batam Kolonel Laut (E) Iwan Setiawan saat memeriksa ponsel asal Singapura yang akan diseludupkan ke Batam, Jumat (19/10/2018). (Foto: Hadi)
INILAHKEPRI, BATAM - Pangkalan TNI AL (Lanal) Batam berhasil mengagalkan aksi penyelundupan Sebanyak 20 ribu unit telepon selular (ponsel) asal Singapura ke Kota Batam.

Ponsel tersebut diamankan Jajaran Lanal Batam dari kapal KM Berkat Bersodara saat melintas di perairan Selat Singapura, sekitar pukul 20.30 WIB, Selasa (16/10/2018)

Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) I Laksamana Muda TNI Yudo Margono menjelaskan, saat diperiksa, awak kapal tidak bisa menunjukkan surat jalan maupun dokumen pengangkutan barang.

"Keberhasil ini berkat kejelian personel Lanal Batam dalam melaksanakan patroli laut di wilayah pulau terdepan,"  kata Yudo, Jumat (19/10/2018).

"KM Berkat Sodara ini bertolak dari Singapura dengan tujuan Batam. Sementara untuk Anak Buah kapal (ABK) yang diamankan sebanyak 19 orang dan semua kewarga Negara Indonesia (WNI)," terangnya lagi.

Untuk kepentingan penyelidikan, kapal berserta awak dan ponsel yang diduga akan diseludupkan ini kemudian dibawa ke Lanal Batam. Kendati telah dilekukan pemeriksaan sejak Selasa lalu, awak kapal belum mau membuka identitas pemilik ponsel ilegal tersebut.

"Penyidikan masih terus kami lakukan. Penyidik terus berusaha untuk mencari siapa pemilik barang ilegal tersebut," tambah Yudo.

Lebih jauh Yudo mengatakan, para pelaku dalam kasus ini dikenakan UU Pelayaran dan UU Kepabeanan. 

"Nantinya barang-barang ini akan dilelang dan uangnya masuk ke kas negara," terangnya.

Yudo mengakui aksi penyelundupan serupa kerap dilakukan oknum-oknum pengusaha nakal. 

"Kedepan kami akan terus berupaya agar si pemilik barang juga bisa diungkap," paparnya. (Hadi)




Berita Terkait
Lihat Semua