Karyawan Swalayan di Kijang Ternyata Tewas Dibunuh
19 Oktober 2018
Jenazah Kardianus saat berada di RSUD Bintan. (Dokumen)
INILAHKEPRI, KIJANG - Hasil penyelidikan dilakukan Kepolisian Sektor Bintan Timur terhadap kematian Kardianus (21) yang didapati tergantung pada Kamis (18/10/2018) dinihari lalu, mengejutkan. Polisi menyatakan jika sebenarnya karyawan di salah satu swalayan di Bintan ini ternyata tidak bunuh diri, melainkan nyawanya dihabisi terlebih dahulu sebelum kemudian digantung.

Kesimpulan ini disampaikan polisi setelah melakukan penyelidikan mendalam, termasuk memintai keterangan sejumlah saksi atas kematian Kardianus.

"Kita sudah menetapkan satu tersangka atas nama Julianto, saksi peratama kali yang mengatakan korban gantung diri," ungkap Kanit Reskrim Polsek Bintim, Ipda Fajri, Jumat (19/10/2018) siang.

Menurut Ipda Fajri, tewasnya Karduianus dengan cara dibunuh itu semakin kuat dengan adanya pengakuan disampaikan Julianto. 

Namun Fajri masih enggan menyebut secara rinci motif serta kronologis kejadiannya.

Fajri menyebut jika pihaknya masih melakukan pendalaman, dalam hal ini pemeriksaan terhadap tersangka.

"Kita periksa dulu. Nanti kalau sudah semua, kita infokan lagi," sebut Fajri.

Diberitakan sebelumnya, Kardianus yang karyawan di salah satu swalayan di Tanjungpinang ini didapati tewas tergantung di kediamannya di  Kampung Kolong Enam, Kecamatan Bintan Timur pada Kamis dinihari.

Adalah tersangka Julianto yang kali pertama melaporkan kejadian tersebut. 

Informasi diperoleh di lapangan menyebut, saat memberikan laporan Julianto menyatakan jika dirinya sempat melihat korban yang akan bunuh diri.

Malam itu juga jenazah Kardianus dibawa ke rumah sakit. Sejumlah kejanggalan ditemui. Diantaranya sejumlah luka tidak wajar, ditambah posisi korban yang tidak selayaknya orang yang baru saja gantung diri. (Andri)




Berita Terkait
Lihat Semua