Pemkab Bintan Wacanakan Membuat Buku Panduan Pengawasan Siswa Mengaji
18 Oktober 2018
Sejumlah anak di Pulau Telang, Bintan, mengaji usai shalat magrib beberapa waktu lalu. Pemerintah Kabupaten Bintan mewacanakan membuat buku panduan pengawasan siswa mengaji. (Foto: Andri)
INILAHKEPRI, BINTAN - Pemerintah Kabupaten Bintan, seperti disampaikan Bupati Apri Sujadi, mewacanakan membuat buku panduan pengawasan siswa mengaji.

Wacana ini muncul setelah dinilai aktivitas mengaji dilakukan siswa sekolah dasar (SD) baru sebatas pemenuhan kebutuhan untuk mendapatkan sertifikat sebagai syarat masuk SMP bagi siswa khusus beragama Islam. 

"Saya masih melihat fenomena itu, bahwa anak-anak mengaji hanya agar bisa mendapatkan sertifikat lalu melanjutkan sekolah ke jenjang SMP. Usai masuk SMP, kegiatan mengaji pun berhenti," papar Apri, Rabu.

Saat ini, lanjutnya, wacana ini sedang dibahas bersama sejumlah instansi terkait.

"Konsepnya seperti itu tadi, bisa menggunakan buku panduan dan ditandatangani pengelola masjid, lalu disetor  ke sekolah," jelas Apri.

Selain itu, dirinya juga meminta agar oang tua hendaknya dapat terlibat aktif membantu dengan mengajak anak-anak mengaji ke masjid sekaligus memakmurkan mesjid. 

"Mengajak anak-anak kita mengaji ke mesjid , secara tidak langsung kita juga ikut memakmurkan masjid. Jadi anak-anak mengaji di masjid dan mushala, akan ada buku panduannya," paparnya lagi.

Apri menjelaskan hal ini sekaligus menggalakkan kembali tradisi Melayu.

"Dulu anak-anak mengaji seusai maghrib menjadi hal yang biasa dilakukan masyarakat. Namun tradisi tersebut tampaknya sudah mulai menghilang. kegiatan mengaji ini tidak hanya membiasakan membaca Al-Quran tetapi juga mengajak Umat Islam untuk meramaikan masjid dengan shalat berjamaah. Ini sebagai upaya meramaikan masjid dan mengajarkan agama Islam," paparnya. (Andri/Rls)




Berita Terkait
Lihat Semua