Pemberhentian 43 ASN Korupsi di Kepri Sedang Diproses
18 Oktober 2018
Sekdaprov Kepri TS Arif Fadillah. (Foto: dokumen inilahkepri.com)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepri, Tengku Said Arif Fadillah  menyebut jika saat ini pihaknya tengah memproses pemberhentian ASN di Provinsi Kepri terlibat kasus korupsi yang telah memiliki hukum tetap di Pengadilan.

"Sudah menerima Surat Keputusan Bersama (SKB) atau nota kesepahaman Kemendagri, Kemenpan-RB dan BKN.   Kita tengah memproses pemberhentian ASN korupsi tersebut, termasuk di seluruh Kabupaten/Kota," ungkapnya, Kamis (18/10/2018).

Berdasarkan data dari Badan Kepegawaian Negara (BKN), papar Arif, jumlah ASN yang terlibat kasus korupsi di wilayah Provinsi Kepri sebanyak 43 orang.

Jumlah ASN terlibat kasus korupsi  tersebut tersebar di 7 Kabupaten/Kota di Kepulauan Riau. Di Pemprov Kepri berjumlah 5 orang, Bintan berjumlah 6 orang, Karimun berjumlah 5 orang, Natuna 7 orang, Lingga 3 orang, Anambas 4 orang, Batam 7 orang dan Tanjungpinang berjumlah 6 orang.

"Paling banyak ASN korupsi itu di Natuna dan Batam, masing-masing 7 orang," tegasnya.

Sesuai kebijakan pemerintah pusat, lanjut Arif, para ASN yang terlibat perkara korupsi ini akan diberhentikan pada awal Desember 2018 mendatang.

"Secara otomatis seluruh hak-hak mereka sebagai ASN, seperti gaji dan tunjangan, akan dicabut," jelasnya.

Namun Arif mengaku jika dirinya belum mengetahui nama kelima ASN di Pemprov Kepri yang terlibat kasus korupsi dan akan di berhentikan tersebut.

"Saya belum tahu, nama-namanya masih di tangan BKD," pungkasnya. (Oma)




Berita Terkait
Lihat Semua