Polisi Amankan Warga Batam Penyebar Berita Bohong Musibah Palu dan Donggala
03 Oktober 2018
Direktur Ditreskrimsus Kombes Pol Rustam Mansur didampingi Kabid Humas Polda Kepri Kombes S Erlangga memberikan keterangan pers terkait diamankannya warga Batam yang telah menyebarkan berita bohong terkait bencana gempa dan tsunami di Palu Sulteng, Rabu (3/10/2018). (Foto: Hadi)
INILAHKEPRI, BATAM - Joni Afriadi (38), seorang warga Tiban, Sekupang, Batam diamankan Tim Cyber Crime Polda Kepulauan Riau (Kepri) karena menyebarkan berita bohong atau hoaks terkait musibah gempa yang terjadi di Palu, Sigi, dan Donggala Sulawesi Tengah.

Joni diamankan Tim Cyber Crime Polda Kepri di kediamannya pada Rabu (3/10/2018) pagi.

Direktur Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepri Kombes Pol Rustam Mansur menjelaskan, berita hoaks disebarkan Joni berupa foto mayat seorang wanita yang diberi keterangan 'Mayat (Lili Ali) yang minta gempa kemarin'. 

Foto itu dia posting di akun Facebook milikya pada Minggu (30/9). Sedangkan Lili Ali yang dimaksud adalah nama akun facebook yang sempat viral setelah mengunggah status berisikan ungkapan dukungan terhadap salah seorang calon presiden yang tetap akan dia pilih kendati gempa mengguncang palu. Status itu diunggah Lili Ali pada 22 September 2018 atau 6 hari sebelum gempa dan tsunami terjadi di Palu, Sigi dan Donggala. 

Menurut Rustam melalui akun facebooknya, pelaku memposting konten berita hoax yang belum pasti kebenarannya yang dapat menerbitkan keonaran dan kecemasan dikalangan masyarakat.

Dari informasi itu Tim Cyber Crime Polda Kepri lantas bekerjasama dengan Bareskrim Polri melakukan profiling.

"Dari pengakuan tersangka, dirinya memposting gambar yang disebar tersebut disimpan dari akun orang lain, kemudian diposting kembali dengan gambar yang sama dengan diberi caption yang dibuatnya sendiri," terang Rustam.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes S Erlangga menambahkan, selain mengamankan pelaku, Tim Cyber Polda Kepri juga berhasil menyita sejumlah barang bukti berupa satu unit smartphone oppo a71, warna hitam imei slot 1 868836032887217 dan Imei slot 2 868836031887209.

Kemudian menyita satu buah sim card operator simpati no. Ccid 0025000004753555, satu buah sim card operator simpati no. Ccid 6210611421819 dan membekukan akun fb atas nama Pelaku dengan link https://www.facebook.com/profile.php?id=10000818200XXXX.

"Terhadap perbuatan tersangka dikenakan dengan Pasal 14 ayat (2) dan atau pasal 15 Undang-Undang Republik Indonesia nomor 1 Tahun 1946 dengan ancaman hukuma tiga tahun penjara serta serta pasal 27 UU ITE," jelas S Erlangga. (Hadi)




Berita Terkait
Lihat Semua