Ditpolairud Polda Kepri Gagalkan Pengiriman 19 TKI Ilegal
02 Oktober 2018
Keempat pria tersangka sebagai tekong TKI yang akan memberangkatkan 19 calon TKI ke Malaysia secara ilegal digiring masuk ke mobil tahanan. Senin (1/10/2018) malam, Ditpolairud Polda Kepri berhasil menyelamatkan 19 TKI yang rencananya akan diseludupkan ke Malaysia. (Foto: Hadi)
INILAHKEPRI, BATAM - Jajaran Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) kembali berhasil menggagalkan pengiriman 19 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang akan diberangkatkan ke Malaysia melalui jalur tidak resmi atau ilegal.

Penyelamatan dilakukan di sekitar kawasan Pantai Kampung Jabi, Nongsa, Batam, Kepulauan Riau (Kepri) Minggu (30/9/2018), sekitar pukul 22.00 WIB. 

Kabid Humas Polda Kepri Kombes S Erlangga, di Batam Selasa (2/10/2018) mengatakan, selain menyelamatkan calon TKI, jajaran Ditpolairud Polda Kepri juga berhasil meringkus empat tersangka yang mengurus keberangkatan 19 TKI Ilegal tersebut.

Keempatnya yakni Suparman (44), Hartono (39), Aris Mananda (19) dan MS (17).

"Ms diketahui masih di bawah umur," kata Erlangga.

Dalam kasus ini Ditpolairud juga mengamankan 1 unit speedboat tanpa nama warna abu-abu yang akan dipergunakan untuk memberangkatkan ke 19 TKI Ilegal tersebut.

Kepada petugas, para calon TKI itu rata-rata membayar biaya Rp1,5 juta hingga Rp2 juta. Rencananya mereka akan diseludupkan ke wilayah Johor.

Saat ini ke 19 korban sudah ditempatkan di rumah singgah dan secepatnya diserahkan ke BP3TKI untuk proses pemulangan.

Sementara itu, jelas Erlangga, keempat tersangka yang berhasil diringkus dijerat pasal 81 jo pasal 69 jo pasal 86 huruf c jo pasal 72 hurif c UU RI No.18 tahun 2017 tentang perlindungan pekerja migran Indonesia dengan ancaman hukuman paling lama 10 tahun penjara denda Rp 15 miliar. (Hadi)





Berita Terkait
Lihat Semua