Kapolres, Tak Ada Alat Bukti Menguatkan Tuduhan Ngatimin Akan Melakukan Penculikan
24 September 2018
Kapolres Tanjungpinang, AKBP UCok Lasdin Silalahi. (Foto: Andri)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Kapolres Tanjungpinang AKBP Ucok Lasdin Silalahi menegaskan jika pihaknya tidak bisa menyimpulkan kasus tunduhan penculikan terhadap Ngatimin (32) yang wafat pada Minggu (23/9/2018).

Menurut Ucok, sejak diserahkan warga pada Rabu (12/9/2018) lalu, polisi, dalam hal ini Polsek Bukit Bestari, belum sama sakali bisa memintai keterangan dari almarhum Ngatimin.

"Malam hari Almarhum Pak Ngatimin tidak sadarkan diri sehingga belum bisa dimintai keterangan. Dan saat itu kami mengedepankan kemanusiaan. Pak Ngatimin langsung dibawa ke rumah sakit untuk diobati. Dan ketika dibawa ke rumah sakit, ada keluarga yang mendampingi," papar Kapolres, Senin (24/9/2018). 

Terkait kematian Ngatimin, Ucok Lasdin menyebut jika hal itu ditenggarai penyakit dialaminya.

"Yang bersangkutan (Ngatimin) jatuh di rumahnya. Itu keterangan dari istrinya. Kami juga mendapat penjelasan jika Pak Ngatimin ada memiliki riwayat asma," sebut Kapolres.

Dipaparkan, setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit, Ngatimin dibawa kembali ke rumahnya dan direncanakan akan dirujuk ke Sumatera Barat. 

"Ketika sudah membaik, pulang, malamnya sesak napas, mau ke kamar mandi. Selesai dari kamar mandi, mau kembali jatuh," ujar Ucok.

Pihaknya tidak bisa menyimpulkan apakah ada faktor lain yang menyebabkan kematian Ngadimin.

"Kami minta jangan menjustifikasikan sakitnya Ngatimin ini oleh suatu dan lain hal, atau disebabkan oleh masyarakat yang saat itu mengamankan," tegasnya.

Selain itu, Kapolres juga memberikan klarifikasi soal status dugaan penculikan yang ditudukan kepada Ngatimin. 

"Kami belum bisa menetapkan almarhum sebagai tersangka. Kita belum bisa menyimpulkan almarhum melakukan tidak pidana atau suatu tindakan kejahatan. atau sebaliknya," tegas Ucok.

Selain belum sempat memintai keterangan dari Almarhum Ngatimin, polisi tidak mendapati adanya alat bukti menguatkan tuduhan. Demikian pula kegerangan saksi-saksi yang perlu pendalaman.

"Almarhum tidak pernah ditahan karena memang alat bukti yang menguatkan tuduhan tidak ada. Demikian keterngan saksi-saksi yang perlu pendalaman," tutup Ucok. (Andri) 




Berita Terkait
Lihat Semua