Kuota Subsidi Bertambah, Bintan Masih Kekurangan Pupuk
16 September 2018
Petani cabai di Desa Malang Rapat Bintan. Untuk tahun 2018 ini, kuota pupuk bersubsidi untuk Bintan mengalami peningkatan. Namun jumlah itu dirasa masih belum mencukupi kebutuhan petani sebanyak 432 ton pertahun. (Foto: Andri)
INILAHKEPRI, BINTAN - Alokasi pupuk bersubsidi untuk Kabupaten Bintan pada tahun 2018 ini mengalami kenaikan sebesar 3 ton atau berkisar 98 ton dibandingkan alokasi tahun 2017 lalu. Namun, alokasi pupuk bersubsidi yang dialokasikan bagi petani di Bintan ini dinilai masih belum mencukupi.

Menyikapi hal ini, Bupati Bintan Apri Sujadi berharap agar Pemprov Kepri selaku penyalur pupuk bersubsidi hendaknya mampu memenuhi kebutuhan kebutuhan pupuk petani Bintan, sehingga dapat meningkatkan produksi pertanian.

Data Dinas Pertanian Kabupaten Bintan, secara keseluruhan pupuk subsidi yang dibutuhkan bagi petani Bintan berjumlah 432 ton, sedangkan alokasi yang tersedia berjumlah 98 ton.

"Kekurangannya mencapai 334 ton sehingga tingkat pemenuhan pupuk bersubsidi bagi para petani yang ada di Bintan baru berkisar 22 persen," ujar Apri, Minggu (16/9/2018).

Dikatakannya juga bahwa dirinya sangat mengerti dimana rendahnya alokasi pupuk bersubsidi tentunya akan berimbas pada rendahnya produksi bagi para petani. 

Masih rendahnya alokasi pupuk subsidi ini disebut Apri tentunya akan berimbas kepada hasil produksi petani di Bintan. 

"Persoalannya kuota yang dialokasikan setiap tahunnya masih terbatas. Saat ini, kami sudah usulkan agar kedepannya alokasi kuota pupuk subsidi untuk Kabupaten Bintan dapat ditambah lagi," ujar Apri.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bintan Supriyono menjelaskan, kebutuhan pupuk bersubsidi di Bintan tahun 2018 ini, antara lain untuk jenis pupuk Urea berjumlah 102 ton, kuota yang didapat hanya berkisar 20 ton, turun 3 ton dibandingkan tahun 2017 sebesar 23 ton. 

Untuk pupuk SP-36 dari kebutuhan19 ton kuota didapat 3 ton sama seperti tahun sebelumnya. Pupuk NPK kebutuhannya mencapai 239 ton sedangkan kuota didapat berjumlah 50 ton atau turun 10 ton dari alokasi 60 ton ditahun 2017. 

Untuk pupuk ZA kebutuhan 13 ton sedangkan kuota didapat sebesar 5 ton atau naik 2 ton dari alokasi 3 ton ditahun 2017, dan pupuk organik kebutuhan 57 ton kuota didapat berjumlah 20 ton atau naik 14 ton dari kuota 6 ton ditahun 2017. 

" Ada beberapa jenis pupuk subsidi yang alokasinya naik dan ada yang turun. Dan untuk alokasi anggaran pupuk subsidi ini, seluruhnya menggunakan anggaran pemerintah pusat " tutupnya. (Andri)




Berita Terkait
Lihat Semua