TFH Sudah Berulang Lakukan Pungutan Liar Pemasangan Meteran Listrik
14 September 2018
Kasat Reskrim Polres Bintan, AKP Adi Kuasa Tarigan. (Foto: Andri)

INILAHKEPRI, BINTAN - TFH (26), karyawan PT Haleyora Power, perusahaan yang bekerja sama dengan PT PLN di Gesek, yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Anggota Unit Penindakan Satreskrim Polres Bintan, Rabu (12/9/2018) lalu, diketahui telah berulang melakukan penguatan liar pemasangan meteran listrik baru.

Hal ini diungkap Kepala Satuan Reskrim Polres Bintan AKP Adi Kuasa Tarigan, Jumat (14/9/2018).

Menurut Adi Kuasa, TFH setidaknya telah melakukan perbuatan serupa antara 3 sampai 5 kali.

"Dia sudah 4 tahun bekerja. Dan perbuatan serupa sudah dia lakukan antara 3 sampai 5 kali," ujarnya.

Kendati demikian, lanjut Adi, sejauh ini pihaknya belum menerima laporan dari konsumen lain yang menjadi korban pungutan liar TFH.

Pungutan liar dilakukan TFH disebut Adi Kuasa berupa menaikkan biaya pemasangan meteran baru listrik PLN 4 ampere.

"Tarif resminya Rp800 ribu. Tapi oleh tersangka dinaikkan menjadi Rp2,5 juta. Sisa dari tarif resmi itu masuk ke kantongnya," jelas Adi Kuasa.

Diberitakan sebelumnya, TFH dibekuk setelah menkakukan pungutan liar berupa permintaan biaya pemasangan daya baru listrik PLN kepada T, warga Kampung Bugis, Kecamatan Toapaya, Bintan, Rabu (12/9/2018) sekitar pukul 17.00 WIB.


Sekitar Pukul 15.00 Wib, Anggota Unit Penindakan Satreskrim Polres Bintan mendatangi kediaman korban setelah sebelumnya mendapat informasi adanya pungutan liar berupa permintaan biaya dalam pemasangan daya baru listrik PLN.

Sekitar pukul 17.00 WIB, Tim Saber Pungli yang melakukan penyamaran, langsung saja mengamankan TFH yang ketika itu sedang menerima sejumlah uang dari T atas pemasangan daya baru listrik PLN 4 ampere. Besaran uang diterima TFH ketika itu berjumlah Rp2,5 juta.


Polisi memiliki bukti visual perbuatan TFH. (Andri)





Berita Terkait
Lihat Semua