3 Kilo Sabu-Sabu Dibalut Busa dan Alumunium Foil Untuk Mengelabui Mesin X-Ray
14 September 2018
Kapolres Bintan, AKBP Boy Herlambang menunjukkan barang bukti sabu-sabu seberat 3 kilogram yang dibawa warga Jombang, Jatim dari Malaysia, Jumat (14/9/2018). Untuk memuluskan aksinya, jaringan narkoba internasional ini mengemas sabu-sabu dengan rapih supaya tidak terdeteksi mesin X-Ray. (Foto: Andri)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Dalam memuluskan aksinya, salah satu cara dilakukan jaringan pengedar narkoba internasional yang diamankan jajaran Mapolres Bintan bersama BNNP Kepri adalah dengan berupaya mengelabui mesin X-Ray.

Upaya ini dilakukan agar barang haram itu bisa lolos dari pengintaian petugas untuk kemudian bisa sampai di daerah tujuan. 

Cara dilakukan adalah dengan membalut sabu-sabu menggunakan aluminium foil, lalu dibungkus menggunakan lembaran busa.

"Hal ini mereka lakukan supaya tidak terlihat saat melewati mesin X-Ray. Secara pastinya kami belum mencoba. Tapi berdasarkan pengakuan tersangka yang sudah dua kali membawa narkoba dari Malaysia, hal ini sepertinya memang masuk akal," ujar Kapolres Bintan Boy Herlambang, Jumat (14/9/2018).

Hal ini menurut Boy tentunya harus diantisipasi untuk mencegah masuknya barang haram, khususnya dari luar negeri ke Indonesia melalui Kepri. 

Kedepan, lanjut Boy, pihaknya berencana akan melekukan kerjasama dengan pihak otoritas bandara, baik Hang Nadim Batam maupun Bendara RHF Tanjungpinang.

"Artinya modus dilakukan oleh tersangka ini memang harus diantisipasi," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Jajaran Sat Narkoba Polres Bintan bersama BNNP Kepri mengamankan Didik, warga Jombang Jawa Timur berusia 37 tahun yang merupakan kurir sabu-sabu seberat 3,156 kilogram.

Didik ditangkap di Hotel Pinang City, Gudang Minyak, 27 Agustus 2018 sekitar pukul 17.30 WIB.

Di Mapolres  Bintan, Didik mengaku dijanjikan upah Rp35 juta jika berhasil mengantar sabu-sabu tersebut hingga Madura.

"Saya tidak ke Malaysia. Tapi ada yang mengantar ke Lobam. Tapi memang saya yang akan membawanya ke Madura lewat Kapal Pelni," ujar dia.

Saat diwawancarai, Didik tidak mengakui telah dua kali membawa sabu-sabu dari Malaysia.

"Sebelumnya tidak jalan. Baru kali ini," katanya. (Andri)  




Berita Terkait
Lihat Semua