Sudah 10 Hari Pensiunan TNI AL Hilang Tanpa Jejak
27 Agustus 2018
Marta tengah memegang foto ayahnya, Purnawiranan Serma Arnold Tambunan (59) dan didampingi ibuhnya Nawati di rumah pribadinya, Kompleks Perumahan TNI AL, Kelurahan Tanjungpinang Barat, Kecamatan Tanjungpinang Barat, Kota Tanjungpinang, Senin (27/8). (Foto: Masrun)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Pensiunan Anggota TNI Angkatan Laut (Lantamala) IV Tanjungpinang,  Purnawirawan Serma Arnold Tambunan (59) hilang tanpa jejak sejak keluar dari rumahnya di Kompleks Perumahan AL, Kelurahan Tanjungpinang Barat, Kecamatan Tanjungpinang Barat, Kota Tanjungpinang, Sabtu (18/8) pagi.

Istri Arnold Tambunan, Nawati saat dijumpai di kediamanya mengatakan, pihak keluarga telah mencari suaminya atau ayahanda di sejumlah tempat di Kabupaten Bintan dan Kota Tanjungpinang. Namun upaya pencarian itu tidak membuahkan hasil.

"Tidak ada tanda-tanda," ucap Nawati didampingi anak keduanya Marta yang tengah memegang foto ayahandanya di ruang tamu rumah orang tuanya, Senin (27/8).

Sambung Istrinya menceritakan, saat suaminya keluar pagi itu sempat pamitan ke dirinya untuk pergi ke rumah lama mereka di Kilometer 8, Kota Tanjungpinang. Arnold menggunakan kendaraan roda dua jenis Yamaha N MAX 155 warnah putih silver hitam bernomor Polisi BP 5080 XX.

"Motornya ditinggal di depan rumah Batu 8 sana. Tidak ada kuncinya dan helm. Motornya langsung kami bawa ke rumah ini," tutur Nawati.

"Ayah pergi berpakaian celana panjang warnah abu-abu gelap, baju kemeja kota-kotak lengan pendek ada warnah hitamnya, ada coklatnya," sambungnya.

"Bapak berbadan gemuk, tingginya sekitar 170 centimeter, memiliki tahi lalat di bawa kelopak mata kiri," sebut Nawati sambil mengimbau masyarakat jika melihat suaminya segera melaporkan ke pihak polisi maupun keluarga.

Marta menambahkan, pada biasanya ayahanda kembali ke rumah paling lama sehari semalam. Namun dengan kejadian ini tidak demikian.

Sepengetahuan keluarga kata Marta, ayahanda selama ini tidak memiliki masalah terhadap siapapun.

"Kalaupun bapak ada masalah pasti kita lihat gerak-gerik dia pas dia melamun tapi gak ada," katanya.

Marta menceritakan, keseharian orang tuanya sebagai Pengurus Gereja PIB di Kilometer 7, Kota Tanjungpinang.

"Bapak terakhir hari jumat lalu di Gereja. Bapak sering main domino sama teman-teman di gereja," sebutnya.

Pihak keluarga telah melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Tanjungpinang pada Senin (20/8).

Laporan itu dibenarkan Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Dwihatmoko Wiroseno, LP Nomor 04/VIII/2018 dimana dilaporkan oleh ibu Marta.

"Dilaporkan oleh keluarga dengan kronologis sampai sekarang belum kembali ke rumahnya," ucapnya saat dikonfirmasi sejumlah jurnalis di depan kantornya.

"Kita masih melakukan proses menyelidikan untuk mencari petunjuk dan alat bukti-bukti lainnya, yang mengarah dan untuk mencari korban tersebut," sambungnya.

Pihaknya saat ini telah memeriksa sejumlah saksi-saksi baik dari keluarga maupun kerabat dekat Arnold Tambunan.

"Kita sudah melakukan pencarian barang-barang atau keterkaitan tentang yang diduga hilang," jelasnya.

Pihaknya merasa sedikit kesulitan dalam pencarian Arnold. Sebab dia tidak memiliki masalah sedikitpun baik dari lingkungan maupun keluarganya.

"Dia pergi membawa uang tunai Rp30 juta. Entah dimana keberadaanya, kita belum tahu," pungkasnya. (Masrun)




Berita Terkait
Lihat Semua