Merasa Tak Mendapat Keadilan, Keluarga Terdakwa Penganiayaan Akan Lapor Propam Polri
20 Agustus 2018
Agung Wiradharma SH. (Foto: Dokumen inilahkepri)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Merasa tidak memperoleh keadilan, pihak keluarga Rico Frynando (24) yang kini berstatus terdakwa atas kasus penganiayaan terhadap seorang oknum petugas kepolisian yang bertugas di Mapolres Tanjungpinang berencana akan membuat laporan ke Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri.

Hal ini disampaikan Agung Wiradharma SH yang bertindak selaku kuasa hukum Rico dalam kasus ini.

"Orang tuanya kemarin, Minggu (19/8/2018), mendatangi kantor Peradi Tanjungpinang, minta bantuan hukum. Atas permohonan itu saya sebagai Ketua Peradi bersama Rio Irwan Saputra selaku sekretaris Peradi turun langsung membela masyarakat yg merasa tidak mendapatkan keadilan," ujar Agung, Senin (20/8/2018).

Rencana pelaporan ke Propam Polri ini menurut  Agung didasarkan visum dan keterangan saksi korban Al Mulqu di persidangan. Selain itu, pelaporan disebabkan kliennya yang tidak memperoleh keadilan dalam penanganan kasus ini.

"Klien kami (Rico) diketahui terlebih dahulu dipukul. Tiga kali dia dipukul terlebih dahulu, baru kemudian balas memukul. Artinya tindakan itu sebagai bentuk membela diri. Hal ini jelas di dalam dakwaan," jelas Agung.

"Melalui kami orang tuanya (orang tua Rico) juga  akan membuat surat permohonan perlindungan hukum ke Kapolri," tegas Agung lagi.

Sebagaimana diterangkan dalam dakwaan, kasus penganiayaan hingga menyeret Rico Frynando ke meja hijau ini terjadi di 17 Juni 2018 sekitar pukul 02.00 WIB.

Berawal dari saling senggol di Cafe Lumino, Pinang Citywalk,  Al Mulqu yang kemudian berstatus sebagai korban memukul wajah Rico hingga menyebabkan hidungnya berdarah.

Pertengkaran kemudian berlanjut di depan Toko Buku Lotus, Bestari Mall. Di tempat itu, Al Mulqu mendatangi Rico yang menunggunya bersama tiga temannya. Saat itu Al Mulqu langsung melayangkan tendangan ke pinggang Rico.

Tak terima, Rico kemudian membalas memukul. Pukulan bahkan terus ia layangkan meski Al Mulqu terjatuh. Aksi perkelahian ini selesai setelah keduanya dipisahkan.

Senin (20/8/2018), sidang perkara ini digelar di Pengadilan Negeri Tanjungpinang. Persidangan menghadirkan saksi-saksi, termasuk Al Mulqu.

"Dalam persidangan tadi Majelis Hakim mempertanyakan kenapa klien kami tidak melapor. Maka kami akan melaporkan kasus ini ke Propam Polri," tegas Agung. (Andri




Berita Terkait
Lihat Semua