Lerai Anak Berkelahi, Ibrahim Wafat Terkena Serangan Jantung
14 Agustus 2018
Puluhan warga memadati kediaman Ibrahim Samad di Blok S2 Perumahan Hang Tuah Permai, Selasa (14/8/2018) sore. Ibrahim wafat terkena serangan jantung setelah melerai kedua putranya yang terlibat perkelahian. (Foto: Andri)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Ajal menjemput Ibrahim Samad sesaat setelah perkelahian antara kedua putranya berlangsung, Selasa (14/8/2018) sore.

Bapak berusia sekitar 70 tahun ini diperkirakan terkena serangan jantung hingga akhirnya menghembuskan napas terakhirnya di bawah sebuah pohon tak jauh dari kediamannya di Blok S2 Perumahan Hang Tuah Permai, KM 11 Tanjungpinang. 

Wafatnya Ibrahim Samad ini menghebohkan warga sekitar. Pasalnya, sempat berhembus kabar jika ia tewas di tangan putranya sendiri.

Namun kabar ini ditepis petugas kepolisian dari Polsek Tanjungpinang Timur yang berada di kediaman korban.

Menurut polisi, dari keterangan sejumlah saksi dan identifikasi yang dilakukan, wafatnya Ibrahim murni karena serangan jantung.

"Patut diklarifikasi," kata Kanit Reskrim Polsek Tanjungpinang Timur, Ipda Yustinus Halawa di lokasi kejadian.

Informasi dihimpun, sebelum Ibrahim wafat, kedua anaknya: Julis (40) dan Apra (36), terlibat cekcok. Adu mulut itu berlangsung di dalam rumah.

Melihat cekcok itu, Ibrahim yang dikenal alim oleh warga sekitar itu mencoba melerai. Tapi kedua putranya itu tidak mengindahkan, bahkan berlanjut adu fisik.

Perkelahian keduanya berlangsung hingga keluar rumah. Melihat perkelahian ini, Ibrahim kembali melerai. 

Tapi celakanya dia malah justru menjadi sasaran salah seorang putranya. Ibrahim lalu syok hingga akhirnya terkena serangan jantung dan kemudian wafat. Nyawanya tak tertolong kendati telah diberikan pertolongan medis di RSUD Raja Ahmad Tabib Kepulauan Riau.

Mengidap Kelainan Jiwa

Salah seorang kerabat Ibrahim yang ditemui di lokasi kejadian mengaku tidak tau persis apa penyebab perkelahian antara Julis dan Apra hingga menyebabkan wafatnya sang ayah.

"Tak tau persis. Soalnya mereka ada kelainan jiwa," kata kerabat Ibrahim.

Soal kelainan jiwa ini juga dibenarkan pihak kepolisian. 

"Informasinya seperti itu," kata seorang polisi yang menjaga lokasi kejadian tak jauh dari garis polisi yang dibentangkan. 

Untuk mengetahui pasti hal ini, sore itu polisi telah mengamankan Julis dan Apra. Merkel dibawa ke Polsek Tanjungpinang Timur untuk dimintai keterangannya. Polisi juga membawa sejumlah saksi.

Pasca kejadian berlangsung, warga sekitar Perumahan Hangtuah Permai ramai mendatangi lokasi. Terlebih disebabkan polisi cukup kesulitan membawa Julis dan Apra yang sempat bertahan di dalam rumah. (Andri)




Berita Terkait
Lihat Semua