Wing Udara 2 Lanudal Tanjungpinang Mendapat Tambahan 2 Pesawat Patroli Maritim
30 Juli 2018
Personel Wing Udara 2 Lanudal Tanjungpinang berbaris di depan pesawat Casa NC212 di Apron Lanudal Tanjungpinang, Senin (30/7) pagi. Wing Udara 2 Lanudal Tanjungpinang mendapat tambahan 2 pesawat patroli maritim Casa NC212 yang diharapkan dapat memaksimalkan patroli maritim di wilayah Barat Indonesia. (Foto: Andri)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Wing Udara 2 Pangkalan Udara TNI AL (Lanudal) Tanjungpinang mendapat tambahan dua unit pesawat patroli maritim (Patmar) jenis Casa NC212 dari Pusat Penerbangan TNI Angkatan Laut (Puspenerbal). 

Kedua pesawat tambahan ini dilengkapi sensor kamera serta radar yang mampu mendeteksi semua pergerakan benda di atas permukaan laut.

Penyerahan alutsista TNI AL ini dilakukan dalam upacara  Alih Bina di Apron Lanudal Tanjungpinang, Senin (30/7) pagi. Upacara dipimpin Komandan Puspenerbal, Laksamana Pertama TNI Dwika Tjahja Setiawan.

Sebelum dialih-binakan ke Wing Udara 2 Tanjungpinang, sebelumnya dua pesawat ini dioperasikan di Wing Udara 1 Juanda, Surabaya.

"Ini merupakan upaya untuk menjawab tantangan dalam menjaga kedaulatan RI di wilayah Barat Indonesia," ujar Laksamana Pertama TNI, Dwika Tjahja Setiawan.

Wilayah Barat Indonesia dengan rentang pantai yang panjang dia katakan perlu adanya penambahan alutsista. Dua unit pesawat ini diharapkan mampu mendukung operasi laut markas TNI AL (Mabesal) di Wilayah Barat, terlebih desainnya yang diperuntukkan khusus patroli maritim.

Komandan Lantamal IV Tanjungpinang, Laksamana Pertama TNI Ribut Eko Suyatno menambahkan, penambahan dua pesawat ini akan sangat mendukung kegiatan operasi di wilayah Kepri.

"Dalam kondisi tertentu, Patmar menggunakan pesawat akan didahulukan," ujar Danlantamal.

Alustista berupa pesawat patroli  maritim disebut Eko akan memaksimalkan operasi laut TNI AL.

"Operasi dengan identifikasi dulu oleh Patmar. Patmar bergerak, data valid, baru WFQR bersaksi. Prosedur ini yang akan kita terapkan," tambahnya.

Ini mengingat bentangan laut di Kepri dan Selat Malaka yang cukup panjang. Operasi menggunakan Kapal TNI AL (KRI) disebut Eko kurang cepat, terlebih untuk melaksanakan sebuah target operasi. Sehingga pihaknya lebih memilih menggerakkan pesawat Patmar terlebih dahulu sebelum beraksi.

"Target-target operasi kita kedepankan unsur udara ini," tutupnya. (Andri)





Berita Terkait
Lihat Semua