Terjatuh Hingga Dirawat di Rumah Sakit, Keluarga Berencana Tuntut Areca Water Park
22 Juli 2018
Sukmawati saat dibawa petugas medis RSUP ke instalasi radiologi untuk mengecek apakah terjadi pendarahan di kepalanya setelah terjatuh di wahana air Areca Water Park, Minggu (22/7) siang. (Foto: IST)

INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Seorang pengunjung Areca Water Park Tanjungpinang harus dilarikan ke rumah sakit setelah terpeleset di dalam areal wahana permainan air yang terletak di KM 9 Tanjungpinang, Minggu (22/7) siang tadi.


Pengunjung yang mengalami kecelakaan tersebut diketahui bernama Sukmawati, 53 tahun, warga Perumahan Bintan Permai Blok D1 No. 20 Ganet, Tanjungpinang.


Menurut Agung Wiradharma yang merupakan adik kandung Sukmawati, kejadian naas dialami kakaknya itu berlangsung sekitar  pukul 12.00 WIB.


"Karena hari ini libur, kakak (Sukmawati) mengajak anak-anaknya berlibur di sana. Pas berjalan di pelataran, mungkin karena licin, kakak terpeleset. Kepala bagian belakang terhempas ke lantai. Kepala bagian belakangnya benjol. Besar. Mungkin sekepalan tangan," ujar Agung menceritakan kejadian dialami Sukmawati.


Akibat kejadian ini, Sukmawati seketika lemas. Dia mengeluhkan pusing dan mual.


Namun apesnya, menurut Agung, saat mengetahui kejadian ini, tidak ada satupun petugas Areca Water Park yang melakukan tindakan pertolongan.


"Ini yang kami sesalkan," tegas Agung.


Mengacu kepada UU No 10/2009 Tentang Kepariwisataan, katanya, sedianya wisatawan berhak atas perlindungan hukum dan keamanan serta perlindungan asuransi untuk kegiatan pariwisata yang berisiko tinggi. 


Pengusaha pariwisata juga dia sebut punya kewajiban untuk memberikan kenyamanan, perlindungan keamanan, dan keselamatan wisatawan serta memberikan perlindungan asuransi pada usaha pariwisata dengan kegiatan yang berisiko tinggi.


"Kalau terjadi kecelakaan di lokasi objek wisata dan bukan karena kesalahan wisatawan, maka yang bertanggungjawab adalah penyelenggara pariwisata. Apalagi ini hari minggu. Kita tahu wisata air ini tergolong berbahaya. Semestinya pengelola menyiapkan petugas ekstra dari hari biasanya. Semestinya Areca memberikan pertolongan kepada Kakak saya," tegas Agung.


Dia merasa Areca Water Park tidak memberikan standar pelayanan yang baik. Saat kejadian berlangsung, Sukmawati dia katakan hanya ditolong keluarga dan beberapa pengunjung lain.


"Mereka (Pengelola Areca Water Park) juga tidak mengantar Kakak saya. Anak-anaknya yang mengantar ke rumah sakit," tambah Agung.


Akibat kecelakaan itu, Sukmawati harus menjalani perawatan intensif di RSUP Raja Ahmad Tabib. 


"Tadi (sekitar pukul 14.30), kakak saya dibawa ke instalasi radiologi untuk dilakukan tindakan CT Scan. Kami khawatir ada pendarahan di bagian kepala karena terbentur," ungkap Agung.


Dalam hal ini, Agung menyatakan menunggu itikad baik dari manajemen Areca Water Park.


"Kami lagi menunggu itikat baik dan tanggungjawab dari manajemen terhadap apa yg dialami konsumennya. Bila tidak ada, tidak menutup kemungkinan akan ditempuh jalur hukum," ujar Agung yang merupakan Ketua PERADI Kota Tanjungpinang ini dengan kesal. (Andri)





Berita Terkait
Lihat Semua