BPOM Amankan 5.999 Bungkus Kosmetik Ilegal
18 Juli 2018
Kepala Kantor BPOM Kepri, Josef Dwi Irwan. (Foto: Andri)

INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kepri menyita 5.999 bungkus kosmetik senilai Rp 111,69 juta dari sebuah rumah di Kelurahan Tanjung Ayun Sakti, Tanjungpinang.


Diamankannya ribuan bungkus kosmetik itu setelah BPOM melakukan penggerebekan di kediaman pemilik berinisial NN. 


Kepala Kantor BPOM Kepri, Josef Dwi Irwan, di Tanjungpinang, Selasa (17/7) sore mengatakan, kosmetik tersebut diketahui ilegal karena tidak memiliki izin edar dari BPOM.


5.999 bungkus kosmetik ilegal tersebut terdiri dari 4 item. Antara lain terdiri dari temulawak, RDL Hidrokuinon, bioaqua, naked, Hongkong dan Lain-lain yang  seluruhnya tidak memiliki izin edar  dari BPOM. 


"Sebelumnya, tersangka ini sudah pernah ditindak," ujar Josef ditemui di Mapolres Tanjungpinang.


Menurur Josef, diamankannya ribuan bungkus kosmetik ilegal ini meruoaka  hasil pengembangan dari penyelidikan sebelumnya.


"Sebelumnya kami mengamankan beberapa saja di dalam mobilnya sehingga kami melakukan pengembangan di rumah tersangka," jelas Josef. 


Petugas BPOM sempat kesulitan dikarekan pemilik tidak kooperatif, tidak mau membuka pintu rumahnya. 


"Jadi pada prinsipnya bahwa kami memastikan setiap farmasi baik itu obat,  dan kosmetik, pangan dijamin mutu keamanan dan kemanfaatannya dengan izin dari BPOM," ucapnya. 


Atas perbuatannya, NN terancam kurungan 18 bulan dan pidana denda Rp 1,5 milyar. (Andri)





Berita Terkait
Lihat Semua