Kematian Supartini Masih Menjadi Misteri
16 Juli 2018
Jenazah Supartini saat dievakuasi polisi bersama petugas SAR, Minggu (15/7). Hingga kini kematian warga Bukit Cermin ini masih menjadi misteri. (Foto: IST)

INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Hingga kini kematian Supartini (31) yang ditemukan tragis di mengapung di bawah Jembatan Wacopek, Minggu (15/7) pagi, masih misteri.


Pihak kepolisian Polres Tanjungpinang juga belum bisa memberikan komentar banyak terkait kasus ini. 


Kepala Kepolisian Resor Tanjungpinang, AKBP Ucok Lasdin Silalahi yang ditanya, Minggu malam menyebut jika pihaknya masih melakukan pengembangan, memeriksa saksi-saksi.


Hingga siang ini, jenazah  Supartini  yang diketahui  berstatus janda beranak satu masih berada di ruang jenazah RSUP Tanjungpinang. Warga RT 1 Kelurahan Bukit Cermin ini belum diautopsi sebagaimana direncanakan pihak kepolisian untuk mengungkap penyebab kematian korban.


Supartini yang diduga tewas karena dibunuh ini diperkirakan meninggal dua hari setelah ditemukan Minggu pagi. Dugaan muncul berdasarkan keterangan Irwan, Ketua RT tempat Supartini tinggal.


Menurut Irwan, Supartini menghilang sejak Jumat (13/7) malam.


Selepas isya, dia pamit kepada keluarga.


"Katanya dia mau ambil kue di Jalan Pramuka," sebut Iwan, Senin (16/7).


Tapi setelah itu, Supartini raib bak ditelan bumi. Dia tak ada memberi kabar hingga tengah malam. Telepon selularnya tak bisa dihubungi. 


Supartini yang diketahui memiliki seorang putra berusia 3 tahun ini akhirnya ditemui seorang warga mengapung di bawah Jembatan Wacopek (perbatasan Dompak-Bintan) pada Minggu pagi.


Kondisinya sangat mengenaskan. Sebagian tubuh, mulai kepala hingga bagian perut ditutupi karung dan diikat menggunakan tali rafia.


Awalnya polisi tidak mengetahui identitasnya kecuali kunci sepeda motor dan uang pecahan Rp10 ribu di saku celana panjang berwarna biru yang dia kenakan. Sepeda motor Honda Supra yang dia pakai saat pamit pergi tidak ditemui di sekitar lokasi penemuan.


Kepala Satuan Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Dwihatmoko mengakui ada bekas luka diduga akibat benda tumpul di bagian kepala dan luka memar di bagian leher. 


Sementara itu, hingga siang ini, keluarga korban diketahui masih berada di rumah sakit. Pihak keluarga nampak begitu tertekan atas kepergian Supartini. (Andri)





Berita Terkait
Lihat Semua