Lantamal IV Gagalkan Keberangkatan 12 Calon TKI Ilegal
14 Juli 2018
Komandan Lantamal IV Laksamana Pertama Ribut Eko Suyanto berbincang dengan 12 calon TKI asal Lombok NTT yang digagalkan keberangkatannya, Sabtu (14/7). (Foto: Andri)

INILAHKEPRI, BINTAN - Tim WFQR Lantamal IV Tanjungpinang menggagalkan upaya keberangkatan calon TKI ilegal yang akan masuk ke Malaysia, Jumat (13/7).


Sebanyak 12 calon TKI ilegal yang tidak memiliki dokumen untuk bekerja di luar negeri ini diamankan di Tanjunguban, saat akan memasuki kapal yang akan mengangkut mereka ke Pulau Teluk, Malaysia.


"Seharusnya kami mengamankan lebih dari ini (12 calon TKI ilegal)," jelas Komandan Lantamal IV Laksamana TNI Ribut Eko Suyanto, Sabtu (14/7) siang.


Ada 30 calon TKI ilegal lain yang berhasil lolos setelah kapal yang mereka tumpangi menabrak Kapal Patroli Lantamal IV yang sedang menyergap mereka.


"Kami memprediksi mereka saat ini masih berada di tengah laut," ungkap Danlantamal.


Menurut Komandan Lantamal IV, 12 calon TKI ilegal yang diamankan tersebut berasal dari Lombok, Nusa Tenggara Timur. Demikian pula 30 lainnya yang berhasil meloloskan diri.


Selain mengamankan 12 calon TKI, Lantamal IV juga mengamankan seorang pria warga Tanjunguban yang diduga sebagai penghubung kegiatan pengiriman TKI ilegal tersebut.


"Kami sudah mengantongi berbagai informasi terkait ini dan akan mengungkap jaringannya," tegas Danlantamal.


Laksamana Pertama R Eko Suyatno menyebut calon TKI ilegal yang diamankan ini selanjutnya akan diserahkan ke BP3TKI.


"Kami berharap mereka bisa bekerja secara resmi. Tapi nanti itu tergantung BP3TKI apakah akan diurus untuk secara resmi atau dikembalikan ke daerah asal," tutup Danlantamal IV.


Akan Bekerja di Perkebunan Sawit


Keduabelas calon TKI asal Lombok yang diamankan Lantamal IV Tanjungpinang mengaku jika mereka rencananya akan bekerja di perkebunan kelapa sawit. 


Beberapa diantaranya mengaku mengeluarkan Rp 5 juta kepada pengurus. Uang sejumlah itu dipergunakan mulai dari ongkos dari Lombok hingga masuk ke Malaysia.


"Uang itu hasil berutang," ujar Hartawan (36), salah seorang calon TKI ilegal yang diamankan.


Sama dengan sejumlah calon TKI ilegal lain yang diamankan, Hartawan mengaku jika sebelumnya sudah pernah bekerja di Malaysia. 


"Sama. Bekerja di kebun kelapa sawit. Dulu masuk pakai paspor pelancong," tandanya. (Andri)





Berita Terkait
Lihat Semua