Unggah Status Berbau Politik, Mantan Komisioner KPU Tanjungpinang Disidang Kode Etik
13 Juli 2018
Muhammad Yusuf (kanan) saat menjalani sidang kode etik digelar di Kantor Bawaslu Kepri, Jumat (13/7). (Foto: Masrun)

INILAHKEPRI, TANJUNGPINQNG - Muhammad Yusuf, mantan komisioner KPU Tanjungpinang menjalani sidang kode etik digelar Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) di Kantor Bawaslu Kepulauan Riau, Jumat (13/7). Sidang kode etik ini menyikapi unggahan berbau politik dilakukan Yusuf di akun media sosial pribadinya pada 27 April 2018 lalu.


Ketika itu, Yusuf yang masih menjabat Komisioner KPU aktif mengunggah "elektabilitas Jokowi meroket, PDI Perjuangan..," di akun facebook miliknya.


Majelis etik persidangan dipimpin Ketua Majelis Alfitra Salamm dengan anggota 

Razaki Persada mewakili masyarakat, Syahri Papene dari Bawaslu Kepri, dan

Sriwati unsur KPU kepri.


Sidang juga menghadirkan Ketua Panwaslu Kota Tanjungpinang Mariyamah sebagai pengadu, serta komisioner Panwaslu Tanjungpinang Muhammad Zaini selaku pihak terkait.


Sidang kali ini mengagendakan penyempaian pembelaan Yusuf (selaku teradu) secara tertulis atas dugaan pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu terhadap dirinya. 


Dalam jalannya sidang, Yusuf mengakui hal itu. Kepada majelis dia beralasan postingan tersebut bertujuan agar masyarakat mengetahui dan sebagai pembanding elektabilitas Joko Widodo dengan lainnya.


"Saya upload itu dan saya tidak memberikan komentar dan dihapus seminggu kemudian," ucap Yusuf saat ditanya Ketua Pimpinan Sidang, Alfitra Salamm.


Dalam salah satu poin keterangan pembelaannya,  Yusuf mengaku menyesal atas status tersebut dan dirinya tidak akan mengulanginya lagi.


"Itu bukan berita dari detik.com tapi dari akun Whatsapp teman sehingga saya upload," ucap Yusuf saat ditanya ketua majelis.


Alasan pengadu, Mariyamah sekaligus Ketua Panwaslu Tanjungpinang melanjutkan laporan ke DKPP RI, karena saat dimintai klarifikasi pada 5 Mei 2018 lalu, teradu memberikan jawaban hanya lucu-lucuan saja di Kantor Panwaslu.


"Maka saya lanjutkan laporanya," tutur Mariyamah saat ditanya majelis sidang sedang berlangsung. (Masrun)





Berita Terkait
Lihat Semua