Gilang, Bayi di Batam Yang Lahir Satu Tubuh Dua Wajah
12 Juli 2018
Gilang, bersama Erlinasari dan dua putranya. (Foto: Hadi)

INILAHKEPRI, BATAM -  Seorang bayi laki-laki di Batam lahir dengan dua wajah dan otak terpisah.


Bayi diberi nama Gilang Andika ini dilahirkan secara sesar di Rumah Sakit Camatha Sahidya, Muka Kuning, 7 Mei 2018. 


Giang merupakan anak ketiga pasangan Mustafa (32) dan Erlinasari (30). Ditemui di rumah mereka di Rusunawa Pemda I Blok G lantai 3 Nomor 5 Muka Kuning, Kamis (12/7), pasangan ini nampak tegar.


"Walau satu tubuh, kami tetap menyebutnya kembar. Gilang putra kami. Kami sangat menyayanginya," kata Mustafa.


Sebetulnya kondisi Gilang itu sudah diketahui sejak dalam kandungan. Saat di-USG, dokter mengaku ada yang aneh. Selain lingkar kepala yang diketahui besar, kondisi Gilang dalam posisi melintang.


Dokter kemudian menyarankan operasi sesar setelah USG ketiga. Setelah dioperasi, dokter disebut Mustafa terlihat bingung.


"Dokter baru cerita setelah saya paksa," ungkapnya.


Dokter meminta Mustafa tidak langsung menceritakan kondisi Gilang kepada istrinya.


"Lebih seminggu kemudian baru saya kasih tau," ceritanya.


Setelah beberapa minggu dirawat, Gilang dibawa pulang. Baru di rumah itulah diketahui bagian ada luka di kepala belakang bayi itu.


Gilang dibawa lagi ke RS Camatha Sahidya. Pihak rumah sakit tempat Gilang dilahirkan merujuk ke RS Awal Bross.


"Beberapa minggu dirawat, persisnya 2 hari menjelang lebaran, pihak RS Awal Bross menyarankan Gilang dibawa pulang," jelas Mustafa.


 Saat ini kondisi Gilang Andika terlihat memprihatinkan. Tubuhnya terlihat kurus. Dia kesulitan mendapat asupan makanan. Susu harus dialiri melalui selang.


"Kata dokter di Awal Bross, kondisi Gilang sehat. Jantung, paru-paru, pencernaan dan organ tubuh lainnya berfungsi dengan baik. Hanya ada ada cairan di kepala bagian belakangnya. Dan itu harus dioperasi," jelas Mustafa.


Permasalahannya, lanjut Mustafa, rumah sakit di Batam tidak mampu. Operasi disarankan di rumah sakit di Jakarta.


Mustafa dan instrinya bingung. Dia menganggur. Demikian istrinya yang tidak lagi bekerja. 


"Saat ini kami hanya berharap belas kasihan dari teman-teman saya," ungkap Mustafa.


Dia berharap ada donatur yang bisa membatu mereka. Dia juga berharap bantuan pemerintah. 


"Kami kepingin anak ketiga kami ini cepat dioperasi supaya kami tak cemas lagi," ujar Mustafa.


Kesedihan juga terlihat jelas di wajah Erlinasari. Waktu dilahirkan, berat Gilang 3,6 kg.


"Tapi sekarang dia kurus. Kalau disusui Gilang sering muntah. Saya berharap Gilang cepat sehat," ungkap Erlinasari. (Hadi)





Berita Terkait
Lihat Semua