LPS Jamin Perbankan Kepri Sehat, Nasabah Tidak Perlu Khawatir Simpan Uang di Bank
06 Juli 2018
Arinto Wicaksono, Direktur Group Kepatuhan LPS saat melakukan sosialisasi program penjaminan simpanan bagi perbankan di Kepri, Kamis (5/7/2018). (Foto: Hadi)

INILAHKEPRI, BATAM - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menegaskan bahwa perbankan di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dalam kondisi yang sehat dan aman sehingga nasabah tidak perlu khawatir menyimpan uang di bank.


Hal ini diungkapkan Arinto Wicaksono, Direktur Group Kepatuhan LPS saat melakukan sosialisasi program penjaminan simpanan bagi perbankan di Kepri, Kamis (5/7/2018).


Menurut Arinto, pihaknya menjamin kalau kebradaan perbankan di Kepri dalam keadaan sehat karena dalam program penjaminan simpanan semua bank yang beroperasi di Indonesia. Baik bank umum, daerah, atau bank perkreditan rakyat yang konvensional dan syariah wajib menjadi peserta penjaminan LPS.


"Makanya LPS berani menegaskan keberadaan perbankan di Kepri sehat, karena seluruh Bank yang ada di Indonesia termasuk Kepri, semuanya terdaftar dan menjadi peserta penjaminan LPS," kata Arinto.


Bahkan nasabah sendiri bisa memastikannya apakah bank yang mereka percayai benar-benar bank yang sehat dan peserta penjaminan LPS. Ini dia katakan bisa dilihat dengan adanya stiker peserta penjaminan yang wajib ditempel di setiap kantor cabang bank tersebut.


Hal ini juga untuk mengingatkan kembali kepada perbankan dalam memberikan edukasi kepada nasabah tentang penjaminan simpanan. Saat ini, simpanan nasabah di bank dijamin LPS hingga Rp 2 miliar per nasabah per bank.


"Nasabah tidak perlu khawatir terhadap keamanan simpanannya di bank, apabila bank ditutup atau dicabut izin usahanya. Bank juga harus menginformasikan kepada nasabah tentang ketentuan simpanan yang dijamin sehingga layak dibayar," kata Arinto.


"Ketentuan tersebut dikenal dengan 3T, yaitu Tercatat pada pembukuan bank, Tingkat Bunga tidak melebihi bunga penjaminan LPS (tidak berlaku bagi bank syariah), dan Tidak ikut merugikan bank, misalnya punya kredit macet. Saat ini, tingkat bunga penjaminan LPS yang berlaku sejak 6 Juni 2018 lalu adalah 6,00 persen untuk bank umum dan 8,50 persen untuk BPR," jelasnya menambahkan.


Lebih jauh Arinto mengatakan LPS merupakan lembaga independen yang dibentuk pemerintah berdasar UU LPS No. Tahun 2004. LPS beroperasi sejak 22 September 2005 dengan fungsi menjamin simpanan di bank dan turut aktif dalam memelihara stabilitas perbankan sesuai dengan kewenangannya.


"LPS bertanggung jawab kepada presiden dan tergabung dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) bersama Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan dan Kementerian Keuangan," ujarnya.


Dan sampai posisi 30 April 2018, jumlah bank yang menjadi peserta penjaminan LPS ada 1.898 bank, terdiri dari BPR atau BPRS 1.783 bank dan 115 bank umum. Total jumlah rekening yang dijamin sebanyak 267,15 juta rekening. 


"Dalam melakukan penanganan bank, LPS telah melikuidasi 89 bank sejak 2005, terdiri dari 88 BPR dan 1 bank umum, yang tersebar dari berbagai daerah di Indonesia," ungkapnya.


Senada diungkapkan Kepala Kantor OJK Kepulauan Riau, Iwan M Ridwan yang mengatakan mendukung dan menyambut baik kegiatan sosialisasi yang dilakukan LPS ini.


"Saya berharap bank dapat memanfaatkan sosialisasi ini dengan baik terutama dalam meningkatkan literasi dan kepatuhan perbankan terhadap regulasi atau aturan yang ada," katanya.


Sosialisasi LPS ini diikuti oleh 48 kantor cabang bank umum dan 52 BPR atau BPR, dengan dibagi dalam dua hari.


"Hari pertama diikuti oleh Kepala Cabang/Manajer kantor cabang umum dan Direksi  BPR/BPRS. Hari kedua diikui perwakilan dari frontliner (teller, customer service, marketing) dari bank umum dan BPR se Kepulauan Riau," ungkap Iwan. (Hadi)





Berita Terkait
Lihat Semua