1.000 Kacer Diterbangkan ke Jakarta, Diharap Menjadi Pemutus Rantai Peredaran Burung Secara Ilegal
28 Mei 2018
Petugas Karantina Pertanian bersama pihak KSDA Batam melakukan pemeriksaan terhadap burung kacer milik CV KY Kacer Young di Bandara Internasional Hang Nadim, Batam, Senin (28/5). Sebanyak 1.000 ekor burung kacer dikirimkan perusahaan tersebut ke Jakarta. (Foto: IST)

INILAHKEPRI, BATAM - Sebanyak 1.000 ekor burung kacer dikirim sebuah perusahaan importir burung di Batam ke Jakarta. Pengiriman secara legal perdana yang diharapkan dapat memutusk rantai peredaran burung ilegal yang selama ini terindikasi berlangsung di Kepulauan Riau.


Seribu burung kacer tersebut dikirim CV KY Kacer Young melalui kargo Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Senin (28/5) siang.


Direktur CV KY Kacer Young, Suparman menjelaskan, dari Jakarta, dimungkinkan burung-burung tersebut dimungkinkan selanjutnya akan diedarkan lagi ke sejumlah daerah di Pulau Jawa.


"Ini merupakan pengiriman perdana setelah impor perdana yang kami lakukan. Kami telah memenuhi segala persyaratan untuk pengiriman ini," jelas Suparman di Batam.


Terpisah, Ariyanto, Kepala Operasi Polisi Kehutan Bandara Internasional Hang Nadim Batam menyampaikan, pengiriman perdana burung kacer perdana ini diharapkan menjadi contoh bagi pengusaha burung di Kepulauan Riau.


"Ini diharapkan dapat menjadi pemantik bagi pengusaha lain untuk melakukan langkah yang sama (pengiriman secara resmi,red)," ujarnya dihubungi melalui telepon, Senin sore.


Selama ini, pihaknya, termasuk instansi terkait seperti Karantina Pertanian, dia katakan telah memberikan laluan bagi pengusaha burung untuk melakukan kepengurusan perizinan terkait ekspor-impor.


"Kami selalu mendorong para pengusaha untuk menjalani prosedur yang berlaku," sebut Aryanto lagi.


Dalam proses pengiriman burung ke Jakarta ini, Aryanto menegaskan jika CV KY Kacer Young telah melalui proses perizinan serta tahapan terkait. Selain izin impor, lanjut dia, CV KY Kacer Young telah mengantongi izin edar dalam negeri dan luar negeri. Pengiriman ini dia tegaskan juga telah melalui pemeriksaan Karantina Pertanian, sehingga burung yang dikirim dalam kondisi sehat.


"Kami berharap pengiriman resmi ini dapat memutus rantai peredaran burung, khususnya kacer di tanah air, khususnya Kepulauan Riau," paparnya.


Untuk diketahui,  burung kacer yang dikirimkan CV KY Kacer Young ini merupakan burung impor dari Malaysia yang diterima pekan lalu.


Impor burung oleh CV KY Kacer Young ke Kepulauan Riau ini merupakan impor perdana. 


CV KY Kacer Young sendiri diketahui saat ini satu-satunya perusahaan pemilik izin impor, termasuk pula pemegang izin peredaran burung di dalam dan luar negeri yang ada di Batam. (Andri)






Berita Terkait
Lihat Semua