Impor Perdana Burung di Batam, 1.250 Burung Kacer Didatangkan Dari Malaysia
23 Mei 2018
Petugas Karantina Pertanian Batam melakukan pemeriksaan seekor burung Kacer yang baru didatangkan dari Malaysia, Selasa (22/5) malam. Sebanyak 1.250 burung Kacer didatangkan dalam impor perdana CV KY Kacer Young malam tadi. (Foto: Andri)

INILAHKEPRI, BATAM - Sebuah perusahaan importir burung, CV KY Kacer Young yang berbasis di Kota Batam melakukan impor perdana burung kacer, Selasa (22/5/2018) malam.


Sebanyak 1.250 ekor burung kacer didatangkan dari Malaysia tiba di Pelabuhan Bongkar Muat Batu Ampar, Batam. Masuknya burung Kacer tersebut disaksikan petugas Karantina Pertanian, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), serta Bea dan Cukai.


Kepala Seksi Konservasi Wilayah II BKSDA Batam, Decky Hendra Prasetya menyatakan, impor perdana burung kacer oleh CV KY Kacer Young ini terlaksana setelah lengkapnya ijin impor. Diantaranya berupa Ijin edar dalam negri dikeluarkan BKSDA Pekanbaru, Ijin Edar luar negeri KSDAE Jakarta yang berada di bawah Kementrian Kehutanan, Instalasi Karantina Hewan (IKH) dikeluarkan Badan Karantina Pusat, serta Rekomendasi Dirjen Kesehatan Hewan Pusat yang menunjuk perusahaan pengekspor burung, dalam hal ini di Malaysia .  


"Karena ini resmi, ada dokumen pendukung yang menyertai barang, maka kita (KSDA) mengeluarkan dokumen angkut. Bisa dibawa keluar (negeri), bisa di dalam negeri. Karena izin mereka (CV KY Kacer Young) ini ekspor-impor dan peredaran dalam negeri," ungkap Decky.


Suparman, selaku Direktur CV KY Kacer Young menjelaskan, impor perdana burung kacer yang pihaknya lakukan ini setelah proses pemenuhan perizinan yang cukup lama. 


"Lebih satu tahun semua perizinan itu baru bisa dipenuhi hingga akhirnya kami bisa melakukan impor burung kacer ini," ungkapnya.


Selain perizinan terkait impor, lanjut Suparman, pihaknya juga telah terlebih dahulu melakukan pemenuhan kewajiban lainnya berupa badan hukum, SPPL, HO, SIUP, SITU TDP, dan izin poultry shop. 


"Artinya kami memang berupaya memenuhi segala kewajiban untuk legalnya pengiriman burung kacer ini," tandas Suparman di Pelabuhan Batu Ampar.


Menurutnya, setelah melakukan sejumlah tahapan lain, diantaranya pemeriksaan kesehatan burung oleh Balai Karantina Hewan, burung kacer tersebut akan dikirimkan ke sejumlah daerah yang ada di Indonesia.


"Sejauh ini pangsa pasar yang besar adalah Pulau Jawa," tutup Suparman. (Andri)





Berita Terkait
Lihat Semua