Pemenang TTG Bintan Difasilitasi HKI
02 Mei 2018
Bupati Bintan, Apri Sujadi didampingi Sekdakab Adi Prihantara berbincang dengan peserta lomba teknologi tepat guna (TTG) di Gedung Demang Lebar Daun, Kota Kijang, Bintan Timur, Rabu (2/5) pagi. (Foto: IST)

INILAHKEPRI, BINTAN - Sebanyak 27 inovasi teknologi tepat guna (TTG) dipamerkan dalam lomba TTG tingkat Kabupaten Bintan digelar di Gedung Demang Lebar Daun, Kota Kijang, Bintan Timur, Rabu (2/5) pagi. 


Bupati Bintan Apri Sujadi yang hadir membuka kegiatan tersebut menyatakan kekagumannya terkait inovasi yang ditampilkan masing-masing peserta.


"Hasil karya yang ditampilkan,  menunjukkan bahwa kita memiliki SDM yang berkualitas. Dan kita harapkan, Lomba TTG tahun ini mampu menghasilkan sesuatu yang bisa berguna bagi pembangunan dan kemajuan daerah " ujarnya.


Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Bintan Ronny Kartika menuturkan bahwa Lomba TTG Tingkat Kabupaten Bintan dilaksanak selama 2 hari. 


Pemenang diberikan uang serta piagam penghargaan, masing-masing sebesar ; juara I Rp 7 juta rupiah, juara II Rp 5 juta rupiah, juara III Rp 3 juta rupiah, harapan I Rp 2 juta rupiah, harapan II Rp 1,5 juta rupiah, dan rangking 6 sd 12 juga akan menerima uang sagu hati. Pemenang juga akan mewakili Bintan ke lomba TTG tingkat provinsi.


"Selain itu, bagi pemenang lomba TTG 3 besar, Dinas PMD Kabupaten Bintan akan memfasilitasi pembuatan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atau Hak Paten terhadap temuan alat teknologi tepat guna tersebut " ujarnya


Salah satu inovasi menarik adalah inovasi yang dihasilkan Raden Putra asal Kota Tanjung Uban. Ia menghadirkan temuannya berupa energi alternatif pengganti minyak dan gas yang dinamai Amega.


Menurutnya, dengan teknologi Amega, bahan limbah B3, seperti limbah batu bara serta dipadukan dengan limbah rumah tangga dapat dimanfaatkan menjadi inovasi yang bernilai tinggi. 


"Amega ini merupakan energi alternatif pengganti minyak dan gas yang bisa dimanfaatkan untuk keperluan rumah tangga seperti memasak. Inovasi ini juga berasal dari Limbah B3 Batubara dan Limbah Rumah Tangga yang tidak terpakai. Bahkan inovasi ini, sudah kami bawa dan uji laboratorium di Balai Tekhnik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Kelas I Batam. Dan hasilnya , positif inovasi ini baik bagi lingkungan " tutupnya. (Andri)





Berita Terkait
Lihat Semua