Imigrasi Tanjungpinang Koordinasikan Temuan Ribuan Paspor Ke Kemenkum HAM
26 April 2018
Petugas Kantor Imigrasi Klas I Tanjungpinang memilah paspor yang ditemukan di ruko kosong Jalan Iqroq, KM 3 Tanjungpinang, Kamis (26/4). (Foto: Andri)

INAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Terkait temuan 1.140 paspor di ruko kosong Jalan Iqroq Batu 3, Tanjungpinang, 19 April lalu, Imigrasi Tanjungpinang masih melakukan koordinasi dengan Kanwil Hukum dan HAM.


"Apakah mau dimusnahkan atau dikirim ke Jakarta, kami belum tau karena masih butuh pendalaman terkait ini," kata Kepala Imigrasi Kelas I Tanjungpinang, Indra Kesuma, Kamis (26/4).


Dalam.kesempatan ini, Indra menyebut jika penelusuran, baik terhadap keberadaan, pemilik dokumen, maupun orang-orang yang terlibat terkait paspor itu, belum rampung dilaksanakan.


"Kami baru sebatas melakukan perhitungan dan tempat paspor dikeluarkan. Apakah ada petugas imigrasi atau tekong yang terlibat, itu butuh waktu lama. Terlebih mengenai pemiliknya," tandas dia lagi.


Dari pemilahan yang telah dilakukan, ujar Indra, paspor terbanyak dikeluarkan oleh Kantor Imigrasi Tanjungpinang, yakni sebanyak 615 lembar. Sedangkan sisanya berasal dari sejumlah daerah lain di tanah air.


Total keseluruhan paspor sebanyak  1.140 ditambah 27 lembar Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP). 


Indra memastikan paspor yang ditemukan tersebut adalah asli. 


"Tapi apakah identitas orang di dalamnya asli atau tidak, belum bisa dipastikan. Tentu harus ditelusuri satu per satu," tandasnya. 


Sebelumnya, Indra yang didampingi  Kasi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Tanjungpinang, Babay Baenullah, menduga paspor tersebut berkaitan dengan sindikat pengiriman TKI ke Malaysia.


Dugaan ini ia katakan berkaitan dengan maraknya pengiriman TKI pada tahun pengeluaran paspor antara tahun 2001-2003.


"Bisa jadi. Karena Tanjungpinang ini diketahui merupakan lumbung pengiriman TKI," sebutnya.


Diberitakan sebelumnya, ribuan paspor - total 1.140 paspor - tersebut kali pertama ditemukan oleh seorang warga Tanjungunggat, Tanjungpinang, Kamis (19/4). 


Umumnya, paspor yang ada sudah berisi namun masa berlakunya telah habis. Sebagian paspor juga diketahui telah digunakan keluar/masuk Malaysia.


Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak Kodim 0315/Bintan yang kemudian melanjutkannya ke Imigrasi Tanjungpinang. (Andri)





Berita Terkait
Lihat Semua