Terobosan Kesehatan Untuk Bintan Sehat
11 Maret 2018

Pemeritah Kabupaten Bintan sangat menyadari jika kesehatan menjadi salah satu indikator penentu kemajuan pembangunan. Hal inilah yang kemudian dijadikan dasar bagi Pemkab Bintan untuk melakukan sejumlah terobosan dalam memajukan bidang kesehatan. Mulai dari penerapan Puskesmas Elektronik, Layanan Kesehatan Jemput Bola, hingga Pelayanan Puskesmas hingga pukul 22.00 WIB.


Layanan Puskesmas Elektronik (e-Puskesmas)


Salah satu terobosan dilakukan Pemkab Bintan di tahun 2018 ini adalah penerapan Layanan Puskesmas Elektronik (e-Puskesmas). Layanan dimaksud berupa aplikasi berbasis android yang bisa degan mudah diakses di telepon genggam, sehingga  memudahkan masyarakat melakukan akses layanan secara cepat dan tepat.


Layanan ini mulai diberlakukan Selasa 10 Oktober 2017. Adalah Bupati Bintan Apri Sujadi yang meresmikan program tersebut. 


Sebagaimana disampaikan Bupati Bintan, Apri Sujadi, dengan aplikasi e-Puskesmas ini akan memudahkan masyarakat untuk berobat. Ini merupakan bagian dari penerapan Smart City untuk bidang Kesehatan di Kabupaten Bintan.


Melalui Dinas Kesehatan, Pemkab Bintan telah menerapkan e-Puskesmas di beberapa puskesmas yang ada. Diantaranya; Puskesmas Tanjung Uban Kec Bintan Utara; Puskesmas Teluk Sasah  Kec Teluk Bintan; Puskesmas Kijang Kec Bintan Timur; Puskesmas Kawal Kec Gunung Kijang; Puskesmas Teluk Sebong Kec Teluk Sebong dan Puskesmas Sei Lekop Kec Bintan Timur.  


"Penerapan e-Puskesmas di puskesmas yang padat penduduk terlebih dahulu. Nantinya ditargetkan seluruh puskesmas bisa menggunakan aplikasi ini," jelas Apri.


Layanan Puskesmas Hingga Pukul 20.00















Selain penerapan layanan Puskesmas Elektronik, Pemkab Bintan juga akan menerapkan pelayanan hingga pukul 22.00 WIB di seluruh puskesmas yang ada di Kabupaten Bintan. Layanan ekstra ini merupakan inovasi lanjutan atas program kesehatan gratis bagi warga Bintan, di RSUD dan Puskesmas.


Layanan ini berdasarkan evaluasi Pemkab Bintan atas tingginya animo masyarakat Bintan untuk berobat. Sejak diberlakukan pelayanan kesehatan gratis pada tahun 2017, banyak didapati adanya warga yang melakukan pengobatan pada malam hari. Terutama, bagi warga yang bekerja pada siang hari. 


"Ini menjadi dasar Pemkab Bintan membuat kebijakan baru: layanan Puskesmas di Bintan sampai pukul 22.00, atau pukul 10 malam,” ujar Apri.


Sehingga, dengan penerapan layanan ini, layanan kesehatan tidak hanya bertumpu di rumah sakit, tetapi tersebar di berbagai puskesmas yang ada. Layanan ini tentunya diseimbangi dengan pelayanan maksimal oleh paramedis yang ada. Perawat dan dokter menjalankan tugasnya dengan baik. 


Bapati Apri Sujadi memberikan atensi kepada para medis untuk mengutamakan pelayanan kepada pasien dibanding mementingkan urusan administrasi. Puskesmas dan RSUD diwajibkan memiliki standar prosedur operasional (SOP) sistem pelayanan administrasi, baik  yang menggunakan BPJS, maupun yang non BPJS. 


"SOP dipasang di setiap puskesmas dan rumah sakit, sehingga semua warga tahu tentang prosedur mendapatkan pelayanan kesehatan gratis di Kabupaten Bintan," sebut Apri.


Pemkab Bintan juga memberikan kemudahan khusus bagi warga yang tidak memiliki BPJS, yakni dengan hanya menyertakan KTP Bintan.


Disamping layanan tadi, Pemkab Bintan juga membuat kebijakan pendukung kesehatan gratis lainnya. Perawat dan dokter akan jemput bola ke tengah masyarakat, dalam memberikan pelayanan kesehatan.


61 Posbindu Mobile Tersebar di Kabupaten Bintan


Pemerintah Daerah Kabupaten Bintan melalui Dinas Kesehatan terus melakukan peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Salah satunya dengan peningkatan layanan serta pemerataan Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) Mobile yang bertugas melakukan pemeriksaan kesehatan masyarakat.


Hingga September 2017, sedikitnya 10.719 masyarakat dari 61 puskesmas yang telah discreening dan telah dilakukan penanganan pengobatan oleh Tim Posbindu Mobile. Ketiganya adalah hipertensi (darah tinggi) sebanyak 7.484 orang, diabetes melitus (kencing manis) sebanyak 1.191 orang dan penyakit asma sebanyak 948 orang. 


Selain menscreening, Tim Posbindu Mobile juga melakukan pemeriksaan IVA guna deteksi dini Kanker Serviks, dari tes urine, pemeriksaan darah, detak jantung, berat badan dan lain sebagainya. Jika ada keluhan maka pasien bisa dirujuk ke Puskesmas terdekat. 


Adapun penyebaran 61 Posbindu Mobile yang ada di Puskesmas Kabupaten Bintan antara lain ; Kota Kijang 4 Posbindu, Sei Lekop 10 Posbindu, Mantang 4 Posbindu, Kelong 2 Posbindu , Numbing 1 Posbindu, Toapaya 3 Posbindu, Kawal 4 Posbindu, Teluk Bintan 3 Posbindu, Telok Sebong 3 Posbindu, Berakit 4 Posbindu, Sri Bintan 3 Posbindu, Teluk Sasah 4 Posbindu, Kuala Sempang 4 Posbindu, Tanjung Uban 5 Posbindu, dan Tambelan 7 Posbindu. 


Bupati Bintan, Apri Sujadi menyebut, Posbindu Mobile ini dimaksudkan agar pelayanan kesehatan dapat benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Terkait Program Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) Mobile yang telah diresmikan beberapa waktu lalu, Pemkab Bintan melalui Dinas Kesehatan  terus berkomitmen untuk meningkatkan titik-titik pelayanan yang menyasar langsung dengan menemui masyarakat dari rumah-rumah. (*)





Berita Terkait
Lihat Semua