Komitmen Pemkab Bintan dalam Peningkatan Mutu Pendidikan
18 Februari 2018

Pemerintah Kabupaten Bintan memiliki komitmen kuat dalam upaya peningkatan mutu pendidikan. Berbagai terobosan dan program diluncurkan dalam rangka menggenjot capaian pendidikan Bintan yang gemilang.


Untuk tahun 2018 ini, Pemerintah Kabupaten Bintan mengalokasikan dana sebesar Rp 6,1 milyar untuk merehabilitasi sejumlah bangunan fisik SD dan SMP yang ada di Kabupaten Bintan. 


Sejumlah pekerjaan fisik meliputi pembangunan rumah dinas, rehabilitasi ruang kelas, rehabilitasi ruang majelis guru dan juga pembangunan jamban sekolah, masuk dalam beberapa pekerjaan fisik yang akan dilakukan di tahun 2018 ini. 


Pembangunan infrastruktur sekolah akan dilakukan secara bertahap setiap tahunnya. 


"Ini guna mendukung dan mensukseskan prioritas program pendidikan Pemkab Bintan yang telah kita lakukan " ujar Apri, Selasa (3/4).


Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bintan Tamsir menambahkan, beberapa pembangunan fisik yang berasal dari DAK Tahun 2018 meliputi ; pembangunan rumah dinas SMP 19 Bintan Kec Bintan Pesisir, rehabilitasi 4 ruangan kelas SMP 1 Bintan Timur , rehabilitasi 1 ruangan SMP 7 Teluk Bintan, rehabilitasi 1 ruangan majelis guru SMP 7 Teluk Bintan, rehabilitasi 1 ruangan majelis guru SMP 6 Teluk Bintan serta rehabilitasi ruang  laboratorium SMP 6 Teluk Bintan. 


Sedangkan untuk pembangunan jamban sekolah akan dilakukan dibeberapa lokasi diantaranya SMP Negeri 8 Teluk Sebong, SMP Negeri 1 Bintan Timur, SMP Negeri 5 Gunung Kijang dan SMP Negeri 19 Bintan Pesisir.


"Pekerjaan fisik juga dilakukan untuk SD, sedangkan untuk SMA berada di lingkup Dinas Pendidikan Prov Kepri " ujarnya.


Adapun rehabilitasi kelas SD meliputi SD Negeri 2 Toapaya, SD Negeri 2 Teluk Bintan, SD Negeri 9 Teluk Sebong, SD Negeri 3 Bintan Pesisir, SD Negeri 5 Bintan Timur. 


Lalu, rehabilitasi rumah dinas guru SD diantaranya SD Negeri 10 Teluk Sebong, SD Negeri 9 Gunung Kijang, SD Negeri 3 Bintan Utara, SD Negeri 4 Binsir, dan SD Negeri 1 Toapaya. 


Dan untuk pembangunan jamban Sekolah Dasar meliputi SD Negeri 2 Kec Telok Sebong  dan SD Negeri 10 Kec Telok Sebong. 


Seragam dan Angkutan Sekolah Gratis


Tidak hanya fokus kepada pembanguan fisik. Dalam rangka peningkatan mutu pendidikan, Pemerintah Kabupaten Bintan juga fokus peningkatan minat belajar peserta didik, khususnya Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama yang menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten.


Upaya meningkatkan minat belajar pelajar di Kabupaten Bintan salah satunya adalah memberikan seragam sekolah secara gratis. Melalui Dinas Pendidikan, Pemkab Bintan memberikan 6.650 perlengkapan sekolah bagi siswa Tahun Ajaran 2017/2018.


Seragam dibagikan berupa batik, baju pramuka, baju olahraga, baju Kurung, topi, dasi, tas sekolah dan juga sepatu lengkap dengan kaos kakinya. 


Bupati Bintan Apri Sujadi menyatakan, Program Seragam Sekolah Gratis ini merupakan Program yang sudah lama dipikirkan dalam usaha meringankan beban masyarakat. 


Pemerintah Kabupaten Bintan, seperti disampaikan Apri Sujadi, berharap agar bantuan Seragam Sekolah gratis ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dengan sebaik-baiknya. 


Menurutnya, selain kesehatan, pendidikan menjadi sektor penting yang menjadi fokus dari Pemkab Bintan dalam usaha membantu dan meringankan beban masyarakat sekaligus memajukan daerah. 


"Kita telah pikirkan bahwa syarat mutlak dan kunci bagi kemajuan bangsa dan daerah adalah Sektor Pendidikan dan Kesehatan. Maka tidak ada cara lain, kita fokus untuk membuat program Pendidikan dan Kesehatan yang tentunya akan meringankan beban masyarakat sekaligus memajukan daerah," ujarnya.


Program Masuk Sekolah Gratis ditegaskan Apri merupakan salah satu terobosan yang menjadi prioritas meringankan beban masyarakat sejak mulai menjabat.


Apri beralasan karena ia melihat fenomena ketika masyarakat akan memasukkan anak ke bangku sekolah namun harus menemui kendala dengan besarnya biaya seragam dan peralatan sekolah lainnya. 


"Kita membayangkan ketika anak akan masuk sekolah, besarnya biaya seragam baju sekolah, peralatan sekolah seperti sepatu, tas sekolah, dan lain sebagainya," ujar Apri.

 

Melalui program ini ia berharap  bisa meringankan beban orang tua murid. 


"Kedepannya kami juga sedang memikirkan beberapa rancangan  program pendidikan lagi guna membantu masyarakat " tambah Apri.


"Guna kesuksesan Program Masuk Sekolah Gratis ini, Pemerintah Kabupaten Bintan telah mengeluarkan anggaran berkisar Rp5 miliar Rupiah dari APBD 2017 " tambah Kepala Dinas Pendidikan Bintan, Tamsir. 


Disamping Program Masuk Sekolah Gratis, Pemkab Bintan guna meningkatkan minat sekaligus memperlancar proses pendidikan pelajar, Pemkab Bintan telah terlebih dahulu menjalankan memprogram transportasi anak sekolah gratis.


Program angkutan sekolah ini khususnya diperuntukkan bagi siswa yang berdomisili di daerah minim transportasi darat dan bagi mereka yang tinggal di kawasan pesisir.


Transportasi dimaksud berupa bus sekolah untuk transportasi darat, dan kapal kayu bagi siswa yang tinggal di kawasan pesisir. Fasilitas angkutan sekolah gratis berupa 43 unit bus sekolah dan 19 kapal motor bagi akses siswa sekolah yang berada di pulau dan daerah pesisir. 

Sarana angkutan sekolah gratis ini disediakan, dengan tujuan agar anak sekolah bisa fokus dalam belajar sehari-hari. Sarana angkut bertugas mengantar dan menjemput pelajar. 


43 unit bus sekolah gratis disediakan di Kecamatan Bintan Timur, Bintan Utara, Teluk Sebong, Toapaya, Sri Kuala Lobam dan Teluk Bintan. Sedangkan 19 kapal 1-5 GT disebar di daerah pulau dan pesisir Kecamatan Mantang, Bintan Pesisir, Teluk Bintan serta Kecamatan Tambelan.


Untuk sarana angkut ini, Pemkab Bintan mengalokasikan dana sebesar Rp9,3 milyar pada tahun anggaran 2017 - Rp 2,3 milyar untuk penyediaan transportasi laut dan Rp 7 milyar untuk operasional bus. 


"Bersama DPRD kami akan tetap melaksanakan program ini pada tahun berikutnya," ungkap Apri Sujadi.


Pembentukan Karakter Lewat Program 15 Menit Mengaji



Di samping upaya peningkatan mutu pendidikan, Pemerintah Kabupaten Bintan pun memiliki program dalam rangka pembentukan karakter, serta menanamkan nilai agama kepada para pelajar khusus beragama Islam.


Program ini dilaksanakan setiap sebelum jam belajar sekolah dimulai. Dalam waktu itu, setiap siswa diharapkan membaca satu atau dua ayat suci Alquran, yang kemudian ditingkatkan dengan memahami makna yang terkandung dalam setiap ayat yang dibaca.


Pemerintah mengharapkan program tersebut memberi pengaruh yang baik terhadap sikap para pelajar dan juga guru. 


Bupati Bintan, Apri Sujadi mengatakan, seluruh elemen masyarakat perlu menyadari, tujuan pendidikan dalam Islam bukan hanya mendistribusikan ilmu pengetahuan dari guru kepada murid dan dari orang tua kepada anak. Melainkan bagaimana mentransfer nilai-nilai agama untuk membentuk kepribadian.


Pemerintah Kabupaten Bintan ingin menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas, melainkan juga berahlak mulia. 


"Ini harus dipupuk sejak dini, mulai dari rumah, lingkungan bermain hingga sekolah," ungkap Apri Sujadi.


Penerapan hal sama juga berlaku bagi siswa non muslim. Pelajar beragama selain Islam juga mengikuti program ini dengan membaca kitab suci agama masing-masing. 


"Agama adalah sumber pengetahuan yang baik, yang dapat membentuk generasi yang berkualitas. Ini upaya untuk membentengi para pelajar dari pengaruh negatif teknologi di era globalisasi," katanya.


Apri menambahkan program 15 Menit Mengaji menjawab keresahan orang tua yang khawatir anaknya terpengaruh hal-hal negatif dalam pergaulan di lingkungan. 


"Program ini harus dilanjutkan di rumah. Sinergisitas antara orang tua, murid dan pihak sekolah akan melahirkan generasi yang kuat, baik, bertanggung jawab dan sukses," katanya.(Adv)





Berita Terkait
Lihat Semua