Lantamal IV Gagalkan Penjualan Kayu Bakau ke Singapura
06 April 2018
Asops Danlantamal IV Tanjungpinang, Kolonel Laut (P) Edward Subuea memberikan keterangan pers di Fasharkan Mentigi, Tanjunguban, Jumat (6/4). (Foto: Andri Mediansyah)

INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Penebangan kayu bakau (mangrove) di Tanjung Balai Karimun tergolong marak. 


Ini terbukti dengan diamankannya sebuah kapal motor (KM) mengangkut 4.200 batang bakau di Selat Philips belum lama ini.


Asisten Operasi Pangkalan Utama TNI AL IV Tanjungpinang, Kolonel Laut (P) Edward Sibuea menjelaskan, kayu bakau yang diangkut KM Gumilang Jaya II ini rencananya akan dijual kepada seseorang di Singapura.


"Dijual ke Singapura karena nilai ekonomisnya jauh lebih tinggi. Rencananya akan dijadikan sebagai bahan pembuatan arang," ungkap Edward, di Fasharkan Mentigi, Tanjunguban, Jumat (6/4).


KM Gumilang Jaya II bersama Nakhoda berikut  3 ABK-nya diamankan karena tidak mengantongi Surat Persetujuan Berlayar, dokumen muatan barang serta kelaikan kapal.


Edward yang didampingi Danlanal Batam Kolonel Laut (P) Iwan Setiawan, Asistel Danlantamal IV Kolonel (S) Tatang dan Kafasharkan Mentigi Kolonel Laut (T) Teguh Subekti menjelaskan, upaya penjualan kayu bakau ke Singapura itu adalah yang ketiga kalinya.


"Sebelumnya sudah dua kali mereka menjual kayu bakau ke Singapura dengan jumlah muatan sama," terangnya.


Dari penjelasan ABK KM Gumilang Jaya, lanjut Edward, kayu bakau itu diambil dari sekitar Pulau Buru, Karimun.


Edward menegaskan, praktik ini sangat berbahaya. Dibutuhkan pencegahan karena jika dibiarkan secara bebas dapat merusak kelangsungan pantai, menyebabkan abrasi dan merusak habitan hewan yang bergantung kepada keberadaan bakau.


"Pengamanan yang kami lakukan ini didasari dari informasi diberikan masyarakat. Memang harus seperti ini. Kami sangat membutuhkan informasi dari masyarakat untuk kami melakukan tindakan," papar Edward. 


Kini KM Gumilang Jaya berikut muatan dan ABK diamankan di Lantamal IV. (Andri)





Berita Terkait
Lihat Semua