Kapal Tanker Tanpa Dokumen Diamankan TNI AL
06 April 2018
INILAHKEPRI, TANJUNGUBAN - Tim gabungan Western Fleet Quick Response (WFQR) Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) IV Tanjungpinang dan Pangakalan Angkatan Laut (Lanal) Batam mengamankan kapal tanker diduga melakukan pelanggaran pelayaran.

Kapal yang belakangan diketahui  bernama MT Bintang ini diamankan di perairan Tanjung Uban, Rabu (4/4) dini hari.

"Penangkapan dilakukan dengan membagi 2 sektor. Dari Batam dan Tanjunguban," kata Asisten Operasi Lantamal IV Kolonel Laut (P) Edward Sibuea, Jumat (6/4).

Menurut Kolonel Edward, penangkapan kapal tanker ini didasarkan dari kecurigaan jika kapal tersebut diketahui sudah lama tidak melakukan pergerakan.

Dari pemeriksaan, kapal dengan 12 orang awak warga negara Indonesia ini tidak dilengkapi dokumen pelayaran.

"Tidak ada Surat Ijin Berlayar (SIB) dikeluarkan Syahbandar," terang Kolonel Edward.

Danlanal Batam, Kolonel Laut (P) Iwan Setiawan menambahkan, dari pengecekan fisik yang dilakukan, ternyata kapal MT Bintang merupakan kapal eks MT Prosper. Ini terlihat dari bebarapa bagian kapal yang nampak berbeda. Diantaranya nomor IMO yang berada di anjungan tidak terdaftar dan dokumen kapal yang berbedera Malabo ini tidak sesuai. 

"Hal ini patut diduga adanya pemalsuan dokumen kapal. Selain itu hasil pemeriksaan awal kapal yang berbobot 792 GT tersebut diduga akan berlayar menuju perairan Outer Port Limit (OPL). 

"Masih akan didalami lagi. Kalau muatan minyaknya tidak  seberapa. Ada beberapa kemungkinan. Bisa jadi akan diperbarui untuk kemudian dijual. Bisa jadi juga kapal dipergunakan untuk melakukan kejahatan lainnya. Seperti menjual minyak secara ilegal," ungkap Danlanal Batam.

Untuk proses penyidikan lebih lanjut, MT Bintang bersama 12 ABK kini berada di Dermaga Tanjunguban. (Andri)





Berita Terkait
Lihat Semua