Minyak Hitam Ancam Kenyamanan Wisatawan Bintan
26 Maret 2018

INILAHKEPRI, BINTAN - Limbah minyak hitam yang dalam sepekan terakhir mencemari sekitar kawasan pantai di Bintan mengancam kenyamanan wisatawan.

Minyak hitam (sludge oil) dalam sepekan terakhir memenuhi sejumlah kawasan pantai tempat wisatawan melakukan aktivitas berlibur. Seperti di kawasan Nirwana Resort dan Banyan Tree. 

Pengelola kawasan wisatapun harus ekstra keras membersihkan minyak hitam yang memenuhi pantai.

Terkait ini, Bupati Bintan Apri Sujadi menegaskan cukup gerah dengan keberadaan limbah minyak hitam yang mengancam kenyamanan wisatawan, bahkan habitat yang ada di sekitarnya.

"Bintan menjual alam untuk mendatangkan wisatawan. Ini jadi masalah," ujar Apri baru-baru ini.

Persoalan limbah minyak hitam ini dijelaskan Apri merupakan permasalahan tahunan yang seakan tak berujung. Diperlukan peran pemerintah pusat untuk menyelesaikan permasalahan karena ini menyangkut permasalahan lintas negara.

"Limbah ini diketahui berasal dari kapal-kapal yang bisa jadi sengaja membuangnya di jalur internasional," tegasnya.

Pihaknya diakui Apri telah melakukan upaya membersihkan limbah minyak hitam. Diantaranya dengan melibatkan masyarakat, komunitas pecinta lingkungan dan pengelola kawasan wisata.

"Tapi upaya itu tidak signifikan. Kami berharap masalah ini bisa cepat diatasi agar tidak mengganggu dunia pariwisata Bintan," tegas Apri.

Lantamal IV Turun Tangan

Smentara itu, pihak Lantamal IV Tanjungpinang pun telah turun tangan memantau langsung kondisi pantai yang tercemar limbah minyak hitam. Sejak Sabtu (24/3), Lantamal IV Tanjungpinang melakukan patroli di sekitar perairan yang tercemar dengan mengerahkan kapal patroli Angkatan Laut dan helikopter.

"Sejauh ini patroli tidak menemukan adanya pencemaran limbah atau kapal-kapal yang mmbuang minyak hitam," terang Komandan Lantamal IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI R Eko Suyatno.

Eko menduga pencemaran minyak hitam yang terjadi di Pantai Lagoi, Nirwana dan sekitarnya dikarenakan adanya pembersihan tangki bahan bakar atau pembuangan minyak lumpur yang dilakukan kapal yang melintas di Perairan Internasional atau kapal yang lego jangkar di sekitar OPL Timur. 

Danlantamal IV juga menegaskan pihaknya akan melakukan operasi pengamanan laut melalui unsur-unsur KRI, Pesud dan KAL untuk mencegah serta meminimalisir kegiatan ilegal di laut termasuk pencemaran. (Andri).





Berita Terkait
Lihat Semua