Berpura-Pura Mancing, 2 Nelayan ini Seludupkan 1900 Butir Ekstasi dan 5,58 Kg Sabu
29 November 2017
Ha dan Am, dua nelayan tersangka kurir narkoba yang dibekuk polisi, Senin (27/11/2017) dinihari. Di kantor polisi, mereka mengakui perbuatannya dengan mendapat upah masing-masing Rp 5 juta. (Foto: Andri Mediansyah)

INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Dua nelayan yang ditangkap jajaran Mapolres Tanjungpinang membawa 1.900 butir ekstasi dan 5,58 kg sabu-sabu, Senin (27/11/2017) dinihari, diketahui merupakan warga Kepulauan Riau. Mereka menjemput barang haram itu ke Malaysia, lalu kembali lagi ke Tanjung Berakit, Bintan dimana tempat mereka sebelumnya berangkat.


"Dari Berakit mereka lalu ke Tanjungpinang. Mereka berpura-pura memancing," kata Kapolres Tanjungpinang AKBP Ardyanto Tedjo Baskoro dalam konfrensi pers di Malolres Tanjungpinang Rabu (29/11/2017) siang.


Kedua nelayan dimaksud masing-masing berinisial Ha alias An (31), warga Sungai Lumpur Dabo Singkep dan An (24), warga Desa Berakit, Bintan.


Saat dilakukan penangkapan - persisnya di sekitar Perairan Pelantar Sulawesih - mereka tidak melakukan perlawanan. 


Sabu-Sabu Dibalut Teh Cina


Setelah melalukan penyergapan, anggota Sat Narkoba dipimpin Wakapolres Tanjungpinang Kompol Andy Rahmatsyah kemudian melakukan penggeledahan. Polisi yakin kedua pemuda itu membawa narkoba.


"Kedua tersangka, termasuk boat yang mereka gunakan ciri-cirinya sama dengan informasi yang kami peroleh," terang Kapolres lagi.


Dari penggeledahan dilakukan, polisi mendapati benda mencurigakan di lambung pompong yang mereka gunakan: 6 bungkus sabu-sabu dibungkus teh china merk Guanyinwang, serta 3 bungkus ekstasi berbeda warna.


Dari perhitungan dilakukan, total narkoba berupa 5,58 kg sabu-sabu, 847 butir ekstasi merah muda berlogo 'B', 891 butir berwarna oranye, dan 100 butir berwarna abu-abu.


"Kami sudah melakukan pengujian di laboratorium. Hasilnya ini narkoba berjenis bagus," tegas Kapores lagi. 


Di kantor polisi, Ha dan Am mengakui perbutannya. Mereka mengaku baru sekali melakukan pekerjaan itu dan mendapat upah masing-masing sebesar Rp 5 juta. (Andri)





Berita Terkait
Lihat Semua